Bitcoin Turun ke Level $20.000, Terendah dalam Tiga Pekan

Share :

Portalkripto.com — Pasar kripto mengalami penurunan tajam pada Jumat (19/8) kemarin. Kripto terbesar, Bitcoin, bahkan jatuh ke level terendah baru dalam tiga pekan terakhir, setelah sempat terus melonjak selama sebulan ini.

Bitcoin (BTC), yang menembus level resistensi $25.000 pekan lalu, turun secara tiba-tiba ke level $21.000 kemarin dan sempat menyentuh $20.000 pada Sabtu (20/8) pagi ini. Menurut data CoinMarketCap, kini BTC diperdagangkan di harga $21.090 atau turun 7,50% dalam 24 jam.

Kripto terbesar kedua, Ether (ETH), juga mengalami penurunan drastis setelah sempat menyentuh $2.000 beberapa hari lalu. Saat ini ETH diperdagangkan di level $1.626 atau turun 10,58% dalam 24 jam terakhir.


Anda Juga Bisa Baca Artikel Lain

Dorong Transaksi Kripto, Wamendag: Pemerintah Jamin Perlindungan Konsumen

CEO Coinbase Akan Tutup Staking Ethereum Jika Diancam Regulator


Setelah berada dalam momentum bullish selama beberapa pekan terakhir, penurunan mendadak kali ini membuat 157.098 trader melakukan likuidasi selama 24 jam terakhir. Cointelegraph melaporkan, total likuidasi di pasar kripto secara keseluruhan bahkan mencapai lebih dari $551 juta selama periode itu.

Data dari Coinglass menunjukkan, investor Bitcoin mengalami kerugian lebih dari $203 juta. Sementara investor Ether rugi $140 juta.

Likuidasi BTC futures mencapai level tertinggi dalam delapan bulan terakhir di $84.934.697,05 di OKX atau menembus level tertinggi sebelumnya di $48.630.183,66 pada 5 Mei.

Penurunan yang terjadi secara tiba-tiba di pasar kripto diduga merupakan respons kekhawatiran terhadap rencana kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve AS pada September mendatang. Padahal tingkat inflasi Juli ini lebih rendah dari sebelumnya sehingga memberikan sentimen positif terhadap pasar kripto dan valuta asing,

Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis James Bullard mengatakan, ia mendukung kenaikan suku bunga 75 basis poin. Kenaikan ini dinilai bisa kembali menekan pasar kripto, mengingat kenaikan yang sama pada Juli lalu juga memberikan tekanan harga yang cukup signifikan.