Portalkripto.com — Bitcoin (BTC) pada Kamis, 10 November 2022, anjlok ke harga $15.500. Menurut data CoinMarketCap, level ini merupakan yang terendah sejak 12 November 2020 atau dua tahun lalu.
Harga BTC turun lebih dari 24% hanya dalam dua hari. Penurunan diduga imbas dari krisis likuiditas yang dialami oleh exchange kripto FTX yang dikhawatirkan bisa berujung pada kebangkrutan.
Pasar semakin tertekan setelah exchange kripto Binance, yang berselisih dengan FTX dalam beberapa hari terakhir ini, mengumumkan tidak akan melanjutkan proses akuisisi FTX.
Pergerakan harga BTC dalam dua tahun terakhir. (sumber: CoinMarketCap)
Ether (ETH) juga mengalami pergerakan harga yang ‘menyedihkan’. Nilainya turun 30% dalam sekejap dari $1.500 ke $1.100.
Belum lagi menyentuh $2.000 sejak The Merge pada 15 September lalu, ETH sudah tersungkur kembali mendekati $1.000. Padahal, ETH sudah mulai bangkit dan sideways dalam beberapa hari ini di kisaran $1.500-$1.600.
Pergerakan harga ETH dalam sebulan terakhir. (sumber: CoinMarketCap)
Beberapa altcoin lainnya juga mengalami penurunan mingguan hingga dua digit. BNB (BNB) turun 13%, Solana (SOL) 52%, dan Dogecoin (DOGE) turun 38,15%.
Total Kapitalisasi Pasar Anjlok
Total kapitalisasi pasar kripto kali ini juga kembali ke level yang tak terlihat sejak 2 Januari 2021. Setelah terus berada di atas $1 triliun selama dua pekan terakhir, kapitalisasi pasar kripto turun 23% dalam dua hari ke $786 miliar.
Data CoinMarketCap menunjukkan, kini kapitalisasi pasar sedikit menguat ke $828 miliar. Namun, sejak mencapai all time high (ATH) di $3 triliun pada 11 November 2021, kapitalisasi pasar kripto tercatat sudah mengalami penurunan hingga 73%.
Pergerakan harga ETH dalam sebulan terakhir. (sumber: CoinMarketCap)
Sementara Bitcoin yang mendominasi 38,1% pasar juga kehilangan kapitalisasi pasarnya sebesar $91,77 miliar dalam dua hari. Dalam periode yang sama Ethereum kehilangan $55,42 miliar.
Bitcoin Sudah Bottom?
Keputusan Binance untuk tak meneruskan proses akuisisi FTX bukan satu-satunya faktor fundamental yang bisa mempengaruhi harga pasar kripto saat ini.
Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) dijadwalkan akan mengumumkan consumer price index (CPI) pada Kamis, 10 November 2022, hari ini, sekitar pukul 20.30 WIB.
CPI adalah indeks harga yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dan merupakan salah satu indikator ekonomi paling penting di suatu negara.
CPI sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi. Jika inflasi meningkat lebih lanjut, permintaan untuk aset kripto mungkin akan terkena dampak negatif.
Dan bukan tidak mungkin pasar akan kembali menyentuh titik terendah dalam siklus bear market kali ini.


