Bitcoin Turun $1.000 dalam 3 Menit Setelah AS Umumkan Tingkat Inflasi Agustus

Share :

Portalkripto.com — Bitcoin (BTC) turun hingga $1.000 ke bawah level $22.000 hanya dalam waktu 3 menit setelah tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) diumumkan, Selasa, 14 September 2022. Consumer Price Index (CPI) pada Agustus ini mencapai 8,3% year-on-year.

Meski angkanya menurun 2% dari Juli lalu, namun tingkat inflasi tersebut masih tetap tinggi. Inflasi juga tidak mengalami perlambatan yang berarti meski harga gas turun dan harga properti perumahan melandai di AS.

Ekuitas AS juga menghadapi penurunan yang sama. Dow Jones turun 3,94%, S&P 500 turun 3%, dan Nasdaq Composite Index turun 4% pada periode itu.

Harga Bitcoin yang pekan lalu sempat bullish ikut kembali melorot. Menurut CoinMarketCap, BTC saat ini diperdagangkan di $20.326 atau turun 8,7% dalam 24 jam.

Satu hari jelang The Merge, harga Ether (ETH) juga mengalami pullback 6,48% dalam 24 jam menjadi $1.583. Mayoritas kripto di posisi 100 teratas juga mengalami kerugian satu hingga dua digit saat ini.

Consumer Price Index (CPI) merupakan perhitungan harga berbagai barang dan jasa yang dijadikan proksi untuk mengidentifikasi inflasi. Peningkatan inflasi, sekecil apapun, bisa memberikan lampu hijau bagi The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.

Jika suku bunga naik, laju peminjaman uang, investasi, dan perekrutan tenaga kerja akan melambat sehingga pengeluaran akan lebih sedikit. Tentu saja kenaikan suku bunga juga mempengaruhi pasar keuangan, termasuk kripto.

The Fed akan melakukan pertemuan pada 20 September mendatang untuk menentukan apakah akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 0,75 basis poin.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.