Ringkasan Berita
-
Bitcoin (BTC) konsolidasi di kisaran $113.000 pada 6 Agustus 2025, mencoba menembus resistensi menuju $115.700.
-
Zona risiko $105.000 terdeteksi oleh analis melalui indikator on-chain seperti UTXO dan harga realisasi pemegang jangka pendek.
-
Resistensi kuat di $117.000, dengan celah harga besar hingga $108.000 yang bisa picu penurunan tajam jika support gagal bertahan.
-
Open Interest tinggi di pasar derivatif ($79 miliar), menunjukkan pasar masih spekulatif dan rentan koreksi mendadak.
Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak dalam zona konsolidasi hingga perdagangan di Rabu malam, 6 Agustus 2025. Pergerakan harga ini terealisasi usai BTC menguji kembali zona permintaan antara $112.000 hingga $113.000.
Saat ini, BTC mencoba menembus garis tren resistensi. Jika berhasil, harga berpotensi naik kembali ke level tertinggi hari Senin, 4 Agustus 2025, di sekitar $115.700.

Namun, menurut analis kripto CryptoMe di halaman insight CryptoQuant, memperingatkan adanya zona risiko tersembunyi di sekitar level $105.000, yang kian relevan berdasarkan berbagai indikator on-chain.
Menggunakan analisis Unspent Transaction Output (UTXO) dan model harga realisasi, CryptoMe menunjukkan adanya konvergensi sinyal penting di kisaran $105.000–$106.000, antara lain:
- UTXO Cost Basis Histogram memperlihatkan dinding besar di $105.644, mengindikasikan akumulasi besar atau realisasi harga pada titik tersebut.
- Harga realisasi pemegang 1–3 bulan berada di dekat $106.000, mencerminkan harga beli rata-rata investor jangka menengah.
- Harga realisasi pemegang jangka pendek (STH) juga mendekati $105.350, menggambarkan harga akuisisi rata-rata BTC yang dimiliki kurang dari 155 hari.

Meski indikator jangka pendek tampak bearish, sang analis tetap optimistis untuk prospek menengah hingga panjang.
Retest ke area $105.000 dianggap sebagai skenario koreksi yang bisa memicu volatilitas tinggi dan risiko besar bagi trader leverage di pasar derivatif.
BACA JUGA: Harga Bitcoin Kembali Turun, Akankah Kembali Sentuh Level $120 Ribu?
Resistensi Kuat di $117.000, Celah Harga Bawah Terbuka
Sementara itu, data dari Glassnode mengungkapkan bahwa BTC kini berada dalam posisi rentan di bawah $117.000. Berdasarkan distribusi harga realisasi UTXO (URPD), terdapat resistensi signifikan di sekitar $117.000, di mana lebih dari 634.000 UTXO terakhir kali dipindahkan atau dibuat.

Di bawah level tersebut, terdapat “gap” besar hingga $108.000, dengan dukungan minimal di $113.000. Jika BTC kehilangan pijakan harga saat ini, pergerakan tajam ke bawah menuju $105.000 bisa terjadi dengan cepat.
Open Interest Tinggi Perkuat Sinyal Risiko
Platform perdagangan derivatif, Hyblock Capital, mencatat bahwa open interest (OI) Bitcoin tetap tinggi di angka $79 miliar. Ini menunjukkan bahwa spekulasi di pasar berjangka belum mengalami penyesuaian signifikan, memperkuat risiko koreksi lebih lanjut.
“Kita semua tahu bagaimana akhirnya. Level yang terlalu “panas” (frothy) diikuti oleh penurunan tajam pada harga BTC. Indeks keserakahan (Greed) telah menurun dan kini berada di wilayah Netral, menandai hari kedua berturut-turut penurunan indeks ini. Namun, Open Interest masih tetap tinggi,” tulis Hyblock di akun X.
Hyblock mengingatkan bahwa kombinasi OI tinggi dan indeks Fear & Greed di zona “Extreme Greed” kerap menandai puncak lokal sebelum koreksi.

Pola ini terjadi pada 16 Juli lalu dan memicu penurunan BTC dari $120.000 ke $112.000. Meskipun indeks kini berada di level netral, OI yang tinggi masih mencerminkan ketidakpastian harga.
Sementara itu, peneliti kripto Axel Adler Jr. menyebut bahwa sentimen bearish di pasar futures mencapai puncaknya pada –7,5% pada 29 Juli, tak lama setelah BTC mencetak rekor baru.

Meskipun tekanan tersebut sedikit mereda ke –5,2%, risiko struktural tetap tinggi. Ia menegaskan bahwa katalis negatif mendadak bisa memicu gelombang likuidasi posisi long dan mempercepat penurunan harga.
❓ FAQ Bitcoin & Analisa On-Chain
📈 Apa itu analisa teknikal dalam kripto?
Analisa teknikal adalah metode untuk memprediksi arah harga kripto berdasarkan data historis seperti harga dan volume perdagangan. Alat-alat populer yang digunakan termasuk MACD, RSI, dan Moving Average.
🔗 Apa itu analisa on-chain Bitcoin?
Analisa on-chain adalah pendekatan yang menggunakan data blockchain seperti transaksi, aktivitas dompet, dan distribusi koin untuk memahami perilaku investor dan mengukur kesehatan jaringan kripto seperti Bitcoin.
📊 Apa itu Puell Multiple?
Puell Multiple membandingkan pendapatan harian para penambang Bitcoin (dalam USD) dengan rata-rata 365 hari sebelumnya. Ini digunakan untuk mengetahui apakah harga Bitcoin sedang berada pada zona undervalued atau overvalued dari perspektif penambang.
💡 Apa itu STH-SOPR?
STH-SOPR (Short-Term Holder Spent Output Profit Ratio) mengukur apakah pemegang Bitcoin jangka pendek menjual aset mereka dalam kondisi untung (>1) atau rugi (<1), membantu mengidentifikasi potensi tekanan jual jangka pendek.
👁️ Apa itu UTXO dalam analisa on-chain?
UTXO (Unspent Transaction Output) adalah unit dari saldo Bitcoin yang belum digunakan dalam transaksi. UTXO digunakan dalam analisa on-chain untuk melihat jumlah koin yang belum dipindahkan atau dijual, memberikan gambaran potensi tekanan jual.



