Bitcoin Stabil Usai The Fed Turunkan Suku Bunga, Tren Naik Masih Berlanjut?

Share :

Ringkasan Berita

  • 📉 The Fed memangkas suku bunga 0,25% menjadi 4,25%–4,50% pada 17 September 2025; Bitcoin stabil di kisaran $116.600–$117.000.
  • ⚖️ Jerome Powell menyebut langkah ini sebagai pemangkasan untuk manajemen risiko dan menekankan keputusan ke depan bergantung pada data ekonomi.
  • 📈 Analis menilai pemangkasan lanjutan dan meningkatnya permintaan dari korporasi serta ETF bisa mendorong harga Bitcoin naik hingga akhir tahun.
  • 💰 ETF Bitcoin mencatat net inflow 20.685 BTC dalam sepekan terakhir; Bitcoin juga dianggap sebagai alternatif lindung nilai terhadap devaluasi fiat.

 

Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) resmi memangkas suku bunga acuannya sebesar 0,25% menjadi kisaran 4,25%–4,50% pada Rabu, 17 September 2025. Namun, keputusan ini tak banyak mengguncang harga Bitcoin (BTC), yang hanya bergerak tipis dan sempat diperdagangkan di kisaran $116.600–$117.000 dalam 24 jam terakhir.

Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers menyebut langkah ini sebagai pemangkasan untuk manajemen risiko.

Meskipun ada perlambatan pertumbuhan lapangan kerja dan inflasi yang masih tinggi, ia menegaskan bahwa kebijakan ke depan akan bergantung pada data ekonomi, dan menambahkan bahwa kondisi keuangan yang lebih longgar seharusnya mendukung ekosistem aset kripto.

Powell juga menyoroti melemahnya pasar tenaga kerja, termasuk revisi turun lebih dari 900.000 data pekerjaan yang tercipta selama setahun terakhir.

Menurutnya, risiko inflasi kini lebih condong ke atas, sementara risiko terhadap lapangan kerja mengarah ke bawah. Hal ini mendorong The Fed menggeser prioritasnya untuk menjaga keseimbangan mandat ganda mereka.

BTC/USDT 1 Day via Tradingview

Analis Yakin Ada Ruang Kenaikan Lanjutan

Beberapa analis menilai kebijakan pemangkasan pertama sejak Desember tahun lalu ini belum membuat pasar bereaksi. Namun, suku bunga yang lebih rendah berpotensi mendorong harga Bitcoin naik hingga akhir tahun.

Mereka memprediksi akan ada pemangkasan lanjutan, mengingat Powell memberi sinyal penurunan suku bunga acuan bisa menyentuh 3,6% pada akhir 2025, 3,4% pada 2026, dan 3,1% pada 2027.

Selain itu, permintaan dari korporasi dan produk ETF Bitcoin dinilai akan menjadi katalis penting. Gerry O’Shea dari Hashdex menyebut minat perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset cadangan serta arus dana masuk ke ETF dapat mendorong BTC menuju level tertinggi baru dalam beberapa minggu mendatang.

Arus Masuk ETF Bitcoin Mencetak Rekor

Data K33 Research mencatat produk ETF Bitcoin global membukukan net inflow sebesar 20.685 BTC dalam sepekan terakhir, menjadi rekor tertinggi sejak Juli.

BACA JUGA: Analisis Harga Bitcoin: Zona $113.000 Jadi Kunci Pertahanan Tren Naik

Total kepemilikan ETF Bitcoin spot di AS kini mencapai 1,32 juta BTC, melampaui rekor sebelumnya. Lonjakan permintaan ini terjadi menjelang rapat FOMC, menunjukkan kepercayaan investor yang meningkat terhadap Bitcoin.

Bitcoin Dianggap Alternatif Lindung Nilai

Stephane Ouellette, CEO FRNT Financial, menilai dunia keuangan sedang memasuki siklus devaluasi mata uang fiat.

Dalam kondisi ini, Bitcoin dipandang sebagai alternatif untuk melindungi daya beli, karena investor kemungkinan akan terus meningkatkan alokasi ke BTC seiring pemangkasan suku bunga berlanjut.