Portalkripto.com — Bitcoin (BTC) senilai $3 miliar atau sekitar Rp46,6 triliun telah dikeluarkan dari exchange dalam sepekan ini. Jumlah outflow BTC tersebut merupakan yang terbesar sejak April 2021.
Menurut data Coinglass, jumlah BTC yang ditarik dari exchange mencapai 177.000 BTC dalam tujuh hari terakhir hingga 13 November.

Data terbaru dari platform analitik on-chain Glassnode juga menunjukkan, dalam periode ini diperkirakan banyak pemegang BTC jangka panjang yang memutuskan untuk menggunakan non-custodial wallet.
Kebangkrutan exchange kripto FTX dinilai telah menyadarkan para pengguna exchange untuk segera mengamankan dana mereka sendiri. Beberapa tokoh kripto ikut memberikan dorongan agar investor menghindari menyimpan kripto di custodial wallet.
Glassnode mengungkapkan, jumlah alamat wallet yang menerima BTC dari exchange melonjak pada 9 November 2022 mencapai 90.000 wallet. Angka ini melewati jumlah alamat wallet saat penarikan massal BTC terjadi pada periode Mei-Juni 2022 ketika crypto winter dimulai.

Pada 12 November, penarikan BTC dari exchange masih dilakukan oleh 70.000 alamat wallet. Sementara pada 13 November, rata-rata alamat wallet yang melakukan penarikan mencapai 3.000 per jam.
Data lain dari platform analitik on-chain CryptoQuant menunjukkan, exchange reserve untuk Bitcoin telah mencapai titik terendahnya sejak Februari 2018. CryptoQuant menelisik total 38 exchange, termasuk FTX dan Kucoin.

Analis senior Glassnode, Checkmate, mengatakan ada tiga exchange yang jumlah saldo Bitcoinnya cukup ‘aneh’, yakni Huobi, Gate.io, dan Crypto.com. Dalam sebuah utas di Twitter, ia mengatakan, jumlah kepemilikan BTC ketiga exchange itu naik dan turun dengan ekstrem.
Just having a poke around, and there are three exchanges that have particularly weird $BTC balance patterns of late.
– 🟣Huobi
– 🔵Gate(.)io
– ⚫️crypto(.)comAll three have large jumps, drops, or oscillations on the order of 10k $BTC to $40k $BTC. pic.twitter.com/KI24BVInMf
— _Checkɱate 🔑⚡🦬🌋☢️🛢️ (@_Checkmatey_) November 13, 2022
Menurutnya, dana di dalam ketiga exchange tersebut diduga merupakan campuran antara dana pelanggan dan dana FTX/Alameda sehingga sulit untuk dipisahkan.
Ditambah lagi, belum lama ini Crypto.com mengaku salah transfer puluhan ribu ETH ke Gate.io yang membuat komunitas curiga bahwa kedua exchange itu bisa saja memiliki neraca keuangan yang kurang likuid sehingga berpotensi kolaps seperti FTX.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


