Bitcoin Memasuki Fase Bearish, Level $84 Ribu Menjadi Kunci

Share :

Ringkasan Berita

  • Bitcoin turun di bawah US$90.000, mendorong metrik on-chain net realized profit and loss masuk ke zona negatif—sinyal awal pergeseran menuju pasar bearish.
  • CryptoQuant mencatat investor mulai merealisasikan kerugian untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023, dengan net realized profit/loss turun ke 69.000 BTC dalam 30 hari terakhir.
  • Dinamika on-chain saat ini menyerupai transisi bull-to-bear 2021–2022, sementara sejumlah analis memperkirakan 2026 berpotensi menjadi tahun bearish bagi Bitcoin.
  • Level support krusial berada di US$89.000–US$90.000; jika jebol, harga berpotensi turun ke zona US$84.000 hingga US$80.000 seiring meningkatnya tekanan jual.

 

Penurunan harga Bitcoin (BTC) ke bawah level US$90.000 mendorong metrik profitabilitas on-chain masuk ke zona negatif. Hal ini menjadi sebuah sinyal yang mengindikasikan Bitcoin mulai memasuki fase pasar bearish.

Data TradingView menunjukkan pergerakan harga Bitcoin kini membentuk rentang baru pada kerangka waktu jangka pendek, sementara pelaku pasar mulai mencermati level-level support krusial di bawahnya.

BTC/USDT 1 day via Tardingview

Profitabilitas Bitcoin berbalik negatif

Dalam buletin The Weekly Crypto Report, edisi Kamis, 22 Janauri 2026, penyedia data on-chain CryptoQuant menyebut bahwa pemegang Bitcoin mulai beralih dari merealisasikan keuntungan ke mencatat kerugian—untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.

Menurut laporan tersebut, net realized profit/loss, yang mengukur akumulasi keuntungan atau kerugian investor saat memindahkan BTC di jaringan, turun ke level 69.000 BTC dalam 30 hari terakhir. Penurunan ini menandakan melemahnya kekuatan pasar secara signifikan.

“Pemegang Bitcoin mulai merealisasikan kerugian bersih untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023,” tulis analis CryptoQuant. “Mencairnya keuntungan yang terus menurun sejak Maret 2024 menunjukkan momentum harga melemah seiring berakhirnya fase bull market.”

Bitcoin net realized profit and loss. Sumber: CryptoQuant

Selain itu, total net realized profit tahunan anjlok tajam menjadi 2,5 juta BTC dari sebelumnya 4,4 juta BTC pada Oktober lalu—level yang terakhir terlihat pada Maret 2022. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa dinamika keuntungan on-chain saat ini selaras dengan fase awal pasar bearish.

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa metrik profitabilitas saja tidak selalu akurat, karena dalam fase konsolidasi sering kali memunculkan sinyal palsu.

Pola saat ini juga mencerminkan transisi bull-to-bear pada periode 2021–2022, ketika keuntungan terealisasi mencapai puncak pada Januari 2021, kemudian membentuk puncak yang lebih rendah sebelum berbalik menjadi kerugian menjelang pasar bearish 2022.

Sejumlah analis bahkan memperkirakan 2026 akan menjadi tahun bearish bagi Bitcoin, dengan beberapa proyeksi harga mengarah ke level serendah US$58.000.

“Bitcoin baru saja memunculkan sinyal pasar bearish,” ujar analis Titan of Crypto di platform X, merujuk pada persilangan bearish indikator MACD pada time frame dua bulan. “Secara historis, pola serupa diikuti oleh koreksi sebesar 50% hingga 64%.”

BACA JUGA: Ark Investment Prediksi Nilai Aset Digital Tembus $28 Triliun pada 2030

Level harga Bitcoin yang perlu diperhatikan

Aksi jual terbaru membuat pasangan BTC/USD terkoreksi sekitar 9% dari puncaknya di 2026 yang berada di US$97.930. Akibatnya, Bitcoin kehilangan beberapa level support penting, termasuk basis biaya persentil ke-75 di kisaran US$92.940.

Glassnode mencatat bahwa Bitcoin kini diperdagangkan di bawah basis biaya 75% dari total pasokan, yang menandakan meningkatnya tekanan distribusi. “Risiko kini bergeser ke sisi bawah, dengan potensi penurunan masih dominan kecuali level ini berhasil direbut kembali,” tulis Glassnode.

Analis Merlijn The Trader menambahkan bahwa Bitcoin saat ini kembali menguji support garis tren naik di area US$89.000–US$90.000. Jika level tersebut jebol, harga berpotensi kembali menguji area bawah di sekitar US$84.000.

Data distribusi basis biaya menunjukkan sekitar 941.651 BTC diakumulasi di kisaran tersebut dalam enam bulan terakhir, menjadikannya zona support penting. Sementara itu, support utama berikutnya berada di sekitar US$80.000, area di mana lebih dari 127.000 BTC sebelumnya dibeli.

Banyak analis sepakat bahwa lemahnya pasar derivatif, aksi jual pemegang jangka panjang, serta meningkatnya aliran BTC ke bursa dapat mendorong Bitcoin masuk ke fase tren turun yang berkepanjangan tahun ini.

QNA: Bitcoin Net Realized Profit and Loss

Apa itu Bitcoin Net Realized Profit and Loss?
Bitcoin Net Realized Profit and Loss adalah metrik on-chain yang mengukur apakah investor Bitcoin secara keseluruhan sedang mengunci keuntungan (profit) atau menanggung kerugian (loss) saat mereka memindahkan BTC di blockchain.
Bagaimana cara kerja metrik ini?

Metrik ini membandingkan harga beli terakhir BTC dengan harga saat BTC tersebut dipindahkan.

Jika BTC dipindahkan pada harga lebih tinggi → dihitung sebagai realized profit.
Jika dipindahkan pada harga lebih rendah → dihitung sebagai realized loss.

Apa arti jika Net Realized Profit and Loss bernilai negatif?

Nilai negatif berarti lebih banyak investor yang menjual atau memindahkan Bitcoin mereka dalam kondisi rugi.

Secara historis, kondisi ini sering muncul pada awal fase bear market atau saat pasar kehilangan momentum bullish.

Mengapa metrik ini penting bagi investor?

Net Realized Profit and Loss membantu investor membaca psikologi pasar:

  • Apakah investor cenderung euforia dan ambil untung
  • Atau mulai menyerah dan menjual dalam kondisi rugi

Metrik ini sering dipakai untuk mengidentifikasi transisi bull ke bear market.

Apakah metrik ini selalu akurat?

Tidak selalu. Dalam beberapa periode konsolidasi, sinyal negatif bisa muncul tanpa diikuti bear market besar.

Karena itu, metrik ini sebaiknya digunakan bersama indikator lain seperti volume, struktur harga, dan data derivatif.