Bitcoin Masih Kokoh di Atas $110.000, Investor AS Terus Dorong Permintaan Spot

Bitcoin Masih Kokoh di Atas $110.000, Investor AS Terus Dorong Permintaan Spot
Share :

Ringkasan Utama

  • Harga BTC tetap kokoh di atas $110.000 meski turun hampir 10% dalam sepekan terakhir.
  • Indeks Coinbase Premium melonjak ke 0,18 — level tertinggi sejak Maret 2024, menandakan kuatnya permintaan spot dari investor AS.
  • Data onchain CryptoQuant menunjukkan lonjakan akumulasi oleh short-term holders dari 1,6 juta menjadi 1,87 juta BTC.
  • Aktivitas derivatif melonjak dengan 364.000 BTC berpindah di bursa seperti Bitfinex, Bybit, dan Binance, berpotensi memicu volatilitas jangka pendek.

 

Harga Bitcoin (BTC) masih terlihat menguat di atas level $110.000, meskipun secara keuntungan dalam sepekan terakhir BTC masih menorehkan catatan negatif yakni turun hampir 10%. Namun, secara transaksi permintaan spot dari investor berbasis di Amerika Serikat malah menguat pada level ini.

Salah satu indikator yang meninjukan BTC masih berada di zona positif adalah indeks Coinbase Premium, yang melacak perbedaan harga BTC di Coinbase dibandingkan bursa global lainnya.

Pada indeks tersebut harga BTC tetap berada di zona positif meski pasar sempat mengalami tekanan jual besar akibat likuidasi.

Sumber: CryptoQuant

Pada 10 Oktober, indeks ini melonjak ke 0,18 — level tertinggi sejak Maret 2024 — menandakan bahwa pembelian besar-besaran di pasar spot terus terjadi di kisaran $100.000–$110.000 meskipun sentimen pasar panik.

Tren positif ini umumnya mencerminkan minat beli yang kuat dari investor AS, memperkuat ketahanan pasar dalam jangka pendek.

Akumulasi Agresif oleh Pemegang Jangka Pendek

Sementara itu, data onchain dari CryptoQuant menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas akumulasi oleh short-term holders (STH),  yaitu dompet yang menyimpan BTC kurang dari satu bulan.

Sumber: CryptoQuant

Setelah koreksi harga terakhir, pasokan STH melonjak dari 1,6 juta BTC menjadi lebih dari 1,87 juta BTC hanya dalam beberapa hari, menandakan pola pembelian saat harga turun (buy the dip) yang sangat agresif.

BACA JUGA: Bitcoin Berada di Zona Teknikal Bullish, Akankah Reli Besar 2017 akan Terulang?

Namun, beberapa koin lama mulai kembali bergerak, membuka potensi tekanan jual jangka pendek. Sekitar 7.343 BTC berusia 2–3 tahun berpindah tangan di blockchain minggu ini, mengindikasikan bahwa sebagian long-term holders mungkin sedang mengambil keuntungan atau mengatur ulang portofolio mereka.

Tekanan Jual Masih Terlihat

Menurut analis kripto Maartunn, volume net taker di Binance menunjukkan tekanan jual yang masih berlanjut. Sementara itu, metrik STH Spent Output Profit Ratio (STH-SOPR) — yang mengukur apakah pemegang jangka pendek menjual dengan untung atau rugi — masih berada di bawah 1, menandakan banyak pelaku pasar yang masih melakukan profit-taking.

Kondisi ini sementara membatasi potensi pemulihan harga, meski data akumulasi dari kelompok investor lain tampak kuat.

Dua Skenario yang Bertabrakan

CryptoQuant mencatat dua arah pergerakan besar dalam ekosistem Bitcoin saat ini: di satu sisi, ada tren akumulasi stabil dan penurunan pasokan di bursa spot, namun di sisi lain muncul aktivitas besar di bursa derivatif yang bisa memicu volatilitas.

Dalam 30 hari terakhir, Netflow SMA menunjukkan outflow sebesar 5.620 BTC, menandakan meningkatnya kepercayaan pemegang jangka panjang dan berkurangnya pasokan di bursa.

Sumber: CryptoQuant

Namun, antara Kamis hingga Rabu lalu, sekitar 364.000 BTC berpindah secara internal di bursa derivatif — terutama di Bitfinex (210.000 BTC), Bybit (108.000 BTC), dan Binance (37.000 BTC).

Pergerakan ini menandakan para trader tengah mempersiapkan posisi leverage besar dengan memindahkan modal ke akun margin.

Pertarungan antara basis pasokan yang semakin ketat dan aktivitas derivatif yang meningkat ini berpotensi memunculkan volatilitas tinggi dalam waktu dekat.

Meskipun tren makro Bitcoin masih bullish, struktur pasar saat ini menunjukkan kemungkinan titik balik penting (inflection point) bagi pergerakan harga BTC.