Bitcoin Turun ke Harga $77 Ribu, Level Terendah Sejak April 2025

Harga Bitcoin anjlok
Share :

Ringkasan Berita

  • Bitcoin turun tajam: Harga Bitcoin anjlok ke kisaran US$77.000, melemah lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir sejak koreksi yang dimulai pada 29 Januari 2026.
  • Potensi titik terendah siklus: Analis Bitcoin PlanC menilai penurunan ini berpeluang menjadi koreksi terdalam dalam bull run saat ini, dengan estimasi bottom di rentang US$75.000–US$80.000.
  • Mirip fase capitulation sebelumnya: Pola penurunan Bitcoin dinilai menyerupai fase kejatuhan besar pada 2018, Maret 2020, serta krisis Luna dan FTX.
  • Risiko lanjutan masih ada: Sejumlah analis tetap mewaspadai potensi penurunan lebih dalam, dengan proyeksi harga terendah Bitcoin berada di kisaran US$60.000–US$65.000 sepanjang 2026.

 

Harga Bitcoin kembali anjlok sejak rentetan penurunan pada 29 Januari 2026. Kini Bitcoin menginjak harga $77 ribu atau turun sekitar lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir

Menurut analis Bitcoin PlanC, penurunan ini berpotensi menjadi titik terendah siklus kali ini. Pandangan tersebut muncul di tengah perbedaan pendapat di kalangan analis kripto lain, yang masih memprediksi potensi penurunan lanjutan harga Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan.

“Cukup besar kemungkinan ini menjadi peluang koreksi terdalam dalam bull run Bitcoin saat ini,” ujar PlanC melalui unggahan di X pada Sabtu.

Pola penurunan mirip siklus bear market sebelumnya

Bitcoin sempat turun ke kisaran US$77.000 sebelum kembali menguat tipis ke sekitar US$78.690, berdasarkan data Tradingview. Secara bulanan, harga Bitcoin tercatat telah melemah 11,44% dalam 30 hari terakhir.

BTC/USDT 1 day via Tradingview

Saat ini, harga Bitcoin juga telah turun sekitar 38% dari rekor tertingginya di US$126.100 yang tercapai pada 5 Oktober lalu.

Menurut PlanC, tren penurunan ini mengingatkan pada sejumlah fase capitulation besar di masa lalu, seperti: Bear market 2018 saat Bitcoin anjlok ke US$3.000, kejatuhan Maret 2020 ke sekitar US$5.100, dan krisis runtuhnya Luna dan FTX yang menyeret Bitcoin ke kisaran US$15.500–US$17.500

“Ada kemungkinan besar kita sedang berada di fase capitulation utama berikutnya,” kata PlanC. Ia memperkirakan titik terendah akhir Bitcoin berada di rentang US$75.000–US$80.000.

Peringatan agar tidak bereaksi berlebihan

Sementara itu, advokat Bitcoin dan akuntan keuangan Rajat Soni mengingatkan bahwa penurunan ke US$77.000 terjadi pada periode akhir pekan yang dikenal sangat volatil di pasar kripto.

“Jangan pernah sepenuhnya percaya pada pump atau dump di akhir pekan,” tulis Soni. “Bitcoin sering bangkit saat kita paling tidak menduganya.”

Skenario penurunan lebih dalam masih terbuka

Meski demikian, sejumlah analis menilai risiko penurunan lanjutan masih ada. Trader senior Peter Brandt memperkirakan Bitcoin bisa turun hingga US$60.000 pada kuartal III 2026.

Analis kripto Benjamin Cowen juga menyebut bahwa titik terendah siklus pasar Bitcoin kemungkinan baru terbentuk pada awal Oktober, meskipun ia memperkirakan akan terjadi beberapa reli sementara sebelum itu.

Sementara itu, Jurrien Timmer, Direktur Riset Makro Global Fidelity, menilai 2026 bisa menjadi “tahun jeda” bagi Bitcoin, dengan potensi harga turun hingga US$65.000.