Ringkasan Berita
- Arus Modal Baru: Pembeli baru menambahkan 140.000 BTC dalam dua pekan terakhir, meningkatkan suplai sebesar 2,86% (Glassnode).
- Akumulasi Agresif: Saat BTC turun ke $116K–$118K, lebih dari 196.600 BTC dibeli — sinyal kuatnya keyakinan pasar.
- Dukungan Regulasi AS: Tiga RUU kripto disahkan DPR AS dan GENIUS Act segera ditandatangani Trump, mendorong adopsi institusional.
- Sinyal Teknikal Positif: RSI 70,58 dan MACD +742,15 mendukung tren naik. Harga bertahan di atas Fibonacci & SMA 30 hari.
📈 Bitcoin menunjukkan kekuatan menyusul regulasi baru dan arus modal masuk. Jika stabil di atas $120K, altcoin bisa ikut reli.
Bitcoin kembali mendapat perhatian dari pasar setelah berhasil mencetak harga tertinggi baru di harga $123 ribu. Pergerakan harga BTC ini menimbulkan gelagat pasar yang mulai FOMO (Fear of Missing Out).
Hal ini nampak dari arus masuk berdasarkan data on-chain Glassnode, yang dirilis melalui platform X, yang mengungkap adanya arus modal baru yang masuk ke pasar Bitcoin dalam dua pekan terakhir, sebanyak 140.000 BTC.
Menurut Glassnode, suplai Bitcoin yang kini dimiliki oleh para pembeli baru meningkat 2,86%, dari 4,77 juta BTC menjadi 4,91 juta BTC. Angka ini menandakan kepercayaan investor terhadap reli harga Bitcoin yang telah mencetak rekor tertinggi baru di atas $123.000.
“Modal baru terus mengalir ke pasar, mendukung lonjakan harga terbaru,” tulis Glassnode.

Investor Agresif Serbu Saat Harga Turun
Glassnode juga mencatat bahwa investor jangka pendek—mereka yang membeli BTC dalam enam bulan terakhir—telah mencatat rata-rata harga beli (cost basis) di atas $100.000 untuk pertama kalinya.
BACA JUGA: Perbandingan Kenaikan Pasar Saham AS vs Bitcoin, Tinggi Mana?
Bahkan saat harga Bitcoin sempat turun ke bawah $116.000 minggu ini, para pembeli masuk agresif dan menyerap sekitar 196.600 BTC di kisaran harga $116.000–$118.000, setara dengan lebih dari $23 miliar.
“Langkah ini menunjukkan keyakinan kuat dari pasar dan posisi strategis untuk potensi kenaikan lebih lanjut,” tambah laporan tersebut.

Minat Ritel Masih Rendah Meski Harga Tertinggi
Meski Bitcoin mencetak rekor harga baru, minat dari investor ritel umum masih terbilang rendah. Data dari Google Trends menunjukkan hanya sedikit peningkatan dalam pencarian kata kunci “Bitcoin” dalam dua minggu terakhir, jauh di bawah tren lima tahun terakhir.

Sebaliknya, minat pasar ritel justru beralih ke altcoin. Menurut firma riset Santiment, Ethereum dan sejumlah altcoin lain mengalami lonjakan percakapan di media sosial, dengan target harga ETH yang kini ramai disebutkan menembus $4.000.
“Setelah Bitcoin menyentuh harga tertinggi pada Senin dan menciptakan FOMO massal, kini euforia itu beralih ke Ethereum,” tulis Santiment dalam laporan terbarunya.

Katalis Utama: Terobosan Regulasi di AS
Dorongan besar juga datang dari ranah regulasi. Dalam dua hari terakhir, DPR AS telah meloloskan tiga RUU kripto pada 17–18 Juli, termasuk CLARITY Act (reformasi struktur pasar) dan Anti-CBDC Surveillance State Act, yang kini sedang diajukan ke Senat.
Sementara itu, Presiden Trump dijadwalkan menandatangani GENIUS Act pada 18 Juli, yang dipandang sebagai kelanjutan dari FIT 21 Act tahun lalu yang mempercepat adopsi institusional kripto. Langkah-langkah ini mengurangi ketidakpastian regulasi — hambatan utama bagi investor tradisional.
“Regulasi yang lebih jelas adalah bahan bakar utama kenaikan Bitcoin tahun ini,” tulis analis CoinMarketCap.
Sinyal Teknikal: Momentum Masih Kuat
Secara teknikal, Bitcoin masih menunjukkan kekuatan meskipun mendekati wilayah jenuh beli:
- RSI (14): 70,58 (hampir overbought, tapi stabil)
- MACD histogram: Positif di +742,15 (garis MACD: 3.453 vs garis sinyal: 2.711)
- Harga BTC bertahan di atas level Fibonacci 50% ($110.689) dan SMA 30 hari ($109.866)
Kesimpulan: Bitcoin Melesat, Altcoin Menyusul?
Kenaikan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencerminkan gabungan dari dorongan regulasi, akumulasi strategis oleh institusi, dan kekuatan teknikal.
BACA JUGA: Sinyal Altseason Dimulai: Cadangan Stablecoin di Binance Tembus Rekor
Meskipun indikator RSI menyarankan kehati-hatian jangka pendek, turunnya likuiditas bursa dan arah kebijakan fiskal menciptakan kondisi jangka menengah yang positif.

Kini, para analis bertanya-tanya: Akankah altcoin menyusul jika BTC bertahan di atas $120.000 dalam waktu dekat?
BTC saat ini: $120.334
Potensi support kuat: $116.000
Resistance jangka pendek: $123.000
Outlook: Bullish (jangka menengah)


