Bitcoin Kembali Masuk Zona Distribusi, Harga Belum Menyentuh Puncak

Harga BTC
Share :

📰 Ringkasan Berita

  • 1. IBCI Masuk Zona Distribusi: Indeks Bitcoin Cycle Indicators (IBCI) kembali ke zona distribusi untuk ketiga kalinya di siklus bull market ini. Namun, level saat ini (80%) masih jauh dari puncak historis (100%), menandakan potensi kelanjutan tren naik.
  • 2. Tekanan Teknis Jangka Pendek: BTC turun di bawah pivot $118.383 & support Fibonacci. Indikator MACD dan RSI menunjukkan momentum bearish, sementara volume naik 14,29% → sinyal aksi jual dengan keyakinan tinggi.
  • 3. Rotasi Modal & Sentimen: Altcoin Season Index turun 11,9%, namun dominasi BTC juga menyusut tipis. Fear & Greed tetap di 66 (“Greed”), menunjukkan potensi pendinginan sentimen lebih lanjut.
  • 4. Adopsi Korporasi vs Ketidakpastian: Nativo Resources (UK) alokasikan treasury ke BTC. Meskipun bullish secara teori, pasar merespons hati-hati karena potensi tekanan jual dan kekhawatiran regulasi.

Scroll sampai bawah biar lengkap dan dapat gambaran analisanya..

 

Indeks Bitcoin Cycle Indicators (IBCI) kembali memasuki zona distribusi untuk ketiga kalinya dalam siklus bull market Bitcoin saat ini. Zona ini secara historis dikaitkan dengan euforia pasar dan potensi titik puncak harga.

Menurut laporan analis dari CryptoQuant, Gaah, saat ini IBCI baru menyentuh batas bawah zona distribusi di angka 80%, masih jauh dari level 100% yang biasanya menjadi sinyal puncak utama siklus Bitcoin sebelumnya.

Meskipun menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase ekspansi, tanda-tanda euforia yang berlebihan belum terlihat. Dua indikator utama penyusun IBCI yaitu Puell Multiple dan Short-Term Holder SOPR (STH-SOPR) masih berada di bawah garis tengah, yang berarti aktivitas spekulatif ritel dan aksi ambil untung jangka pendek belum mendominasi.

IBCI Bitcoin
Sumber: CryptoQuant

Menariknya, meskipun harga Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi baru, indikator Puell Multiple justru tetap berada mendekati zona diskon. Ini menunjukkan bahwa profitabilitas penambang masih moderat, dan belum mencapai level ekstrem seperti yang biasa terjadi di akhir siklus bullish.

Bitcoin
Sumber: CryptoQuant

Tekanan Harga: Breakdown Teknis BTC

Di sisi teknikal, Bitcoin menembus di bawah pivot point 24 jam sebesar $118.383 serta level Fibonacci retracement 23,6% di $118.859, mengindikasikan perubahan arah harga jangka pendek ke zona bearish. Indikator-indikator teknikal menguatkan sinyal ini:

  • MACD histogram turun ke -166,78, level terendah sejak 22 Juli
  • RSI14 turun dari 64 ke 62,21 → mengindikasikan pergeseran momentum dari netral ke bearish
  • Support terdekat saat ini berada di level 38,2% Fibonacci ($116.240), sejalan dengan SMA 30-hari di $113.201
  • Volume perdagangan naik 14,29% ke $75 miliar saat harga turun → menandakan aksi jual yang disertai keyakinan pelaku pasar.
Harga Bitcoin
BTC/USDT 3Jam Via Tradingview

Dinamika Pasar: Rotasi Modal & Sentimen Hati-hati

Sementara itu, Altcoin Season Index dari CoinMarketCap jatuh 11,9% ke angka 37 hanya dalam 24 jam terakhir, menunjukkan rotasi modal dari altcoin ke Bitcoin. Namun, anomali muncul karena:

  • Dominasi BTC justru turun dari 61,03% ke 60,89%
  • Open Interest derivatif menyusut 1,53% ke $625 miliar → sinyal penurunan minat leverage
  • Indeks Fear & Greed tetap di level 66 (“Greed”), menandakan masih adanya ruang untuk penurunan sentimen lebih lanjut

BACA JUGA: Token PUMP Ambruk 23% Setelah Airdrop Dibatalkan, Masih Layak Beli?

Perusahaan Tambang UK Masuk ke BTC, Tapi Pasar Ragu

Dalam perkembangan korporasi, perusahaan tambang asal Inggris, Nativo Resources, mengumumkan pada 25 Juli bahwa mereka akan mengalokasikan sebagian dana treasury ke Bitcoin—meniru strategi MicroStrategy. Meskipun secara teoritis bullish, pasar justru menyambut dingin berita ini dengan asumsi:

  • Potensi tekanan jual jangka pendek akibat konversi fiat ke BTC
  • Pengingat risiko regulasi terhadap kepemilikan kripto korporat, seperti disorot oleh analis Christian Yates

Koreksi Bisa Terjadi, Tapi Potensi Naik Masih Ada

Meskipun IBCI memasuki zona distribusi, level saat ini belum cukup tinggi untuk menandai akhir siklus. Fundamental on-chain masih mendukung kemungkinan kenaikan lanjutan, sementara tekanan jangka pendek bisa menjadi fase konsolidasi sehat sebelum potensi breakout baru.

Analis menyarankan untuk terus memantau indikator teknikal dan on-chain seperti Puell Multiple dan STH-SOPR, yang saat ini masih membuka peluang kenaikan harga lebih lanjut sebelum puncak siklus benar-benar tercapai.

 

❓ FAQ Bitcoin & Analisa On-Chain

📈 Apa itu analisa teknikal dalam kripto?

Analisa teknikal adalah metode untuk memprediksi arah harga kripto berdasarkan data historis seperti harga dan volume perdagangan. Alat-alat populer yang digunakan termasuk MACD, RSI, dan Moving Average.

🔗 Apa itu analisa on-chain Bitcoin?

Analisa on-chain adalah pendekatan yang menggunakan data blockchain seperti transaksi, aktivitas dompet, dan distribusi koin untuk memahami perilaku investor dan mengukur kesehatan jaringan kripto seperti Bitcoin.

📊 Apa itu Puell Multiple?

Puell Multiple membandingkan pendapatan harian para penambang Bitcoin (dalam USD) dengan rata-rata 365 hari sebelumnya. Ini digunakan untuk mengetahui apakah harga Bitcoin sedang berada pada zona undervalued atau overvalued dari perspektif penambang.

💡 Apa itu STH-SOPR?

STH-SOPR (Short-Term Holder Spent Output Profit Ratio) mengukur apakah pemegang Bitcoin jangka pendek menjual aset mereka dalam kondisi untung (>1) atau rugi (<1), membantu mengidentifikasi potensi tekanan jual jangka pendek.

👁️ Apa itu UTXO dalam analisa on-chain?

UTXO (Unspent Transaction Output) adalah unit dari saldo Bitcoin yang belum digunakan dalam transaksi. UTXO digunakan dalam analisa on-chain untuk melihat jumlah koin yang belum dipindahkan atau dijual, memberikan gambaran potensi tekanan jual.