Bitcoin Kembali Anjlok, Level $98 Ribu Menjadi Kunci

Harga Bitcoin
Share :

Ringkasan Berita

  • Bitcoin turun ke $98.000, level terendah sejak Juni 2025.
  • Long-term holder menjual 815.000 BTC dalam 30 hari terakhir.
  • Cluster likuiditas besar berada di zona $98.000–$100.000.
  • Retest support berulang meningkatkan risiko breakdown.

 

Harga Bitcoin kembali kehilangan momentum setelah anjlok ke level $98 ribu pada perdagangan Jumat, 14 November 2025. Dengan penurunan ini, dalam sepekan BTC belum mampu recovery malah anjlok sekitar 3,5% dalam satu pekan.

Data pasar menunjukkan bahwa long-term holder telah menjual lebih dari 815.000 BTC dalam 30 hari terakhir, memperkuat tekanan pada area likuiditas yang semakin menipis. Penurunan ke area $98 ribu ini merupakan titik terendah harga Bitcoin sejak Juni 2025.

Likuiditas Mengering, Fokus Pasar Bergeser ke $98.000

Peta likuiditas BTC menunjukkan ketidakseimbangan antara area support dan resistance. Trader Daan Crypto menyebut ada cluster likuiditas besar di bawah level lokal $98.000–$100.000, sejalan dengan pola higher low tipis yang terbentuk di atas zona tersebut.

Daan juga menyoroti level resistance penting di $108.000 dan $112.000, namun hanya level $108.000 yang dianggap relevan dengan struktur pasar saat ini. Menurutnya, level mana pun yang ditembus lebih dulu berpotensi memicu squeeze yang tajam.

“Fokus pada level-level tepat di atas dan di bawah untuk saat ini. Mana pun yang tembus lebih dulu bisa memicu squeeze, melihat bagaimana pergerakan Bitcoin saat ini menurut saya,” tulis Daan, di akun X nya, 13 November 2025.

Sumber: @DaanCrypto/X

Trader futures Byzantine General memiliki pandangan serupa. Ia menilai pergerakan BTC saat ini memperlihatkan kecenderungan untuk “menyapu area low di sekitar $98.000.”

Data dari CoinGlass memperkuat pandangan tersebut: terdapat hampir $1,3 miliar likuiditas long leverage yang menumpuk di sekitar level $98.000 — naik signifikan dibanding awal pekan. Sebelumnya, trader sempat membidik likuiditas ke atas di area $110.000 setelah BTC turun di bawah $100.000 pada Jumat pekan lalu.

Sumber: CoinGlass

Retest Berulang Tingkatkan Risiko Breakdown

Bitcoin telah menguji zona support $102.000–$100.000 sebanyak empat kali sejak range tersebut terbentuk pada Mei 2025. Retest berulang pada support umumnya menjadi sinyal struktur pasar melemah: setiap kunjungan kembali mengikis kepercayaan buyer, mengurangi bid yang bertahan, dan meningkatkan peluang breakdown.

Analis UBCrypto menyebut pergerakan terbaru ini mirip dengan failed breakout. Ia menilai area ini “belum layak dibeli” hingga ada konfirmasi kekuatan — meskipun itu berarti masuk kembali pada level yang sedikit lebih tinggi.

BACA JUGA: Mengenal Token Privasi yang Melonjak di Tengah Pasar Kripto yang Memerah

Meski begitu, data Hyblock Capital menunjukkan posisi long masih mendominasi pasar futures, dengan 68,9% order BTC global di Binance berada di sisi long. Ini mengindikasikan banyak trader masih percaya pada kekuatan psikologis level $100.000.

Namun, chart harian dan mingguan menunjukkan pelemahan pada time frame lebih besar, memperbesar peluang terjadinya sapuan likuiditas menuju $98.000, meski dukungan order book yang lebih tebal mulai terlihat di atas harga saat ini.