Portalkripto.com — Exchange kripto terbesar di dunia, Binance menunjukan sinyal resiliensi di tengah gempuran sentimen fear, uncertainty, and doubt (FUD) yang menerjang bursa beberapa hari belakangan. Per 14 Desember 2022 siang WIB, harga BNB terpantau naik sebesar di kisaran 6,9% persen dalam 24 jam terakhir.
Data CoinMarketCap, harga BNB sempat turun tajam sekitar 8% selama 24 jam antara 12-13 Desember dari kisaran $281 menjadi $258 per keping. Kini harga koin BNB perlahan bounce back.

Bos Binance, Changpeng Zhao (CZ) juga mengklaim bahwa “hal-hal tampaknya telah stabil” setelah perusahaan yang ia pimpin tersebut sempat menunjukkan tren negatif.
Dia juga mengatakan bahwa penarikan besar-besaran yang terjadi kemarin bukanlah gelombang penarikan terbesar yang pernah dialami bursa kuning itu sejauh ini. CZ juga mengklaim bahwa Binance telah memproses lebih banyak penarikan saat pasar kripto bergejolak akibat krisis Terra Luna pada Mei dan FTX pada November.
Things seem to have stabilized. Yesterday was not the highest withdrawals we processed, not even top 5. We processed more during LUNA or FTX crashes. Now deposits are coming back in. 🤷♂️💪 https://t.co/WLK2KyCym0
— CZ 🔶 Binance (@cz_binance) December 14, 2022
Sebelumnya, data firma analitik blockchain Nansen mencatat Binance mengalami net outflow lebih dari $3 miliar selama 24 jam pada 13 Desember. Sebanyak $2 miliar dari total outflow tersebut ada dalam bentuk token berbasis Ethereum. Penarikan ini disebut sebagai outflow harian tertinggi sejak Juni atau setelah keruntuhan ekosistem Terra Luna.
Binance has had the highest daily withdrawals since June, with over $2B* in net outflows since Dec 12
*ETH & ERC20 tokens only pic.twitter.com/xZNdZxRCVy
— Nansen 🧭 (@nansen_ai) December 13, 2022
Data terkini portofolio exchange yang dimiliki Nansen juga mencatat Binance memiliki aset senilai lebih dari $60 miliar.
Binance Persilakan Penarikan Stablecoin USDC
Di tengah sentimen FUD yang melanda, Binance juga mengambil langkah lain untuk meyakinkan investor. Exchange kuning ini membuka kembali proses penarikan stablecoin USD Coin (USDC) setelah “menjeda sementara” prosesnya selama lebih dari delapan jam pada 13 Desember.
$USDC withdrawals are back online. Thank you for your patience.
— Binance (@binance) December 13, 2022
Penghentian sementara penarikan pengguna USDC ini sempat menambah spekulasi dan kecemasan di antara investor kripto yang sudah diguncang oleh gejolak pasar yang dampaknya masih terasa.
Dalam sebuah pernyataan, CZ menerangkan bahwa jeda penarikan USDC tersebut disebabkan proses penukaran stablecoin Binance USD dengan USDC yang melibatkan bank di New York. Saat itu, bank tersebut belum buka.
“Bank-bank tidak buka selama beberapa jam lagi. Kami berharap situasi akan pulih ketika bank dibuka,” kata CZ di Twitter.
Data Glassnode menunjukkan Binance menghadapi outflow stablecoin terbesar dalam 24 jam terakhir. Tercatat sebesar $2,2 miliar dalam BUSD+USDT+USDC ditarik keluar dari exchange. Nansen memperkirakan Binance masih memiliki stablecoin senilai $30 miliar dengan rincian porsi cadangan aset BUSD 25,85%, USDT 20,40%, dam USDC 4,84% dari total aset.

CZ mengatakan arus penarikan besar-besaran yang terjadi di Binance kemarin hanya dinamika bisnis biasa. Menurutnya, Binance sudah pernah mengalami hal-hal seperti ini yang berfungsi untuk menguji bahwa exchange terjamin solvent.
“Saya benar-benar berpikir, tampaknya ide yang bagus untuk melakukan tes penarikan pada setiap CEX (centralized exchange) secara bergiliran,” kata dia.


