Binance Telah Jadi Investor TokoCrypto Sejak 2020

Share :

Portalkripto.comExchange kripto terbesar di dunia, Binance, dikabarkan akan mengakuisisi exchange kripto lokal, TokoCrypto. Ternyata Binance telah menjadi investor TokoCrypto sejak 2020.

VP Corporate Communication TokoCrypto Rieka Handayani mengatakan, Binance ikut membantu mengembangkan perusahaan. Exchange yang didirikan Changpeng Zhao (CZ) itu juga disebut turut membangun industri kripto di Indonesia.

Namun, Rieka mengatakan tidak dapat memberikan komentar lebih terhadap isu akuisisi oleh Binance. “Kami tidak dapat mengomentari rumor dan spekulasi yang beredar,” ujarnya kepada Portalkripto.

Ia menegaskan, TokoCrypto saat ini masih fokus membangun bisnis yang berkelanjutan dan aktif melanjutkan pengembangan industri aset kripto yang tumbuh signifikan.

“Perusahaan terus mendorong pertumbuhan bisnis dan industri yang sehat, dan di saat yang sama mengutamakan edukasi dan perlindungan nasabah,” katanya.

Menurut laporan Tech Asia, CEO TokoCrypto Pang Xue Kai dan sejumlah petinggi TokoCrypto akan mundur dari posisinya begitu kesepakatan dengan Binance dicapai. Namun, belum ada pernyataan resmi mengenai hal ini dari TokoCrypto.

Tak hanya itu, isu pemutusan hubungan kerja (PHK) juga ikut berembus. Pada September lalu, TokoCrypto dilaporkan telah melakukan pengurangan hingga 20% karyawan atau sebanyak 45 orang.

Token TKO Naik 44% dalam 24 Jam

Toko Token (TKO) mengalami kenaikan hingga 44% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah isu akuisisi oleh Binance mencuat ke publik.

Saat ini TKO diperdagangkan di harga $0,416 setelah sebelumnya berada di level $0,29. Token ini mencapai titik tertinggi sepanjang masanya pada Mei 2021 di harga $4,4.

Pergerakan harga TKO dalam 24 jam terakhir. (Sumber: CoinMarketCap)

Binance Akuisisi Exchange Jepang

Binance terus melebarkan sayapnya di Asia. Pada akhir November lalu, exchange ini dikabarkan telah mengakuisisi exchange kripto Jepang, Sakura Exchange Bitcoin (SEBC).

Binance resmi masuk ke pasar kripto Jepang di bawah regulasi Japan Financial Services Agency (JFSA) setelah sempat terganjal aturan di negeri Sakura itu pada 2018.

Manajer Binance Jepang Takeshi Chino mengatakan, Jepang sebagai salah satu negara dengan perekonomian terkuat dan adopsi teknologi tertinggi akan memainkan peran penting dalam industri kripto.