Binance Research: Pola Investasi Aset Kripto Alami Perubahan Struktural

Binance Reasearch aset kripto
Share :

Ringkasan Berita

  • Pergeseran Struktur Pasar: Binance Research menilai pasar aset digital tengah mengalami pivot struktural, beralih dari dominasi trading ritel jangka pendek menuju investasi berbasis arus modal institusional dan strategi jangka panjang.
  • Gelombang Kedua Adopsi Institusional: Pasca persetujuan ETF Bitcoin spot di AS, institusi keuangan tradisional kini berperan lebih aktif sebagai pencipta produk kripto, ditandai pendaftaran ETF Bitcoin dan Solana oleh Morgan Stanley.
  • Risiko Sistemik Mereda: Kekhawatiran aksi jual paksa hingga US$10 miliar dari perusahaan digital asset treasury (DAT) mereda setelah MSCI memastikan DAT tidak dikeluarkan dari indeks pasar, setidaknya untuk sementara.
  • Faktor Makro Dukung 2026: Tingginya konsentrasi keuntungan saham teknologi besar mendorong investor mencari diversifikasi, membuka peluang arus akumulasi baru ke aset digital menjelang 2026.

 

Meski pasar aset digital atau aset kripto menutup tahun 2025 dengan kinerja yang relatif lemah, sektor ini dinilai tengah memasuki fase perubahan struktural. Pergerakan pasar kini perlahan bergeser dari dominasi trading ritel jangka pendek menuju dinamika yang semakin dipengaruhi oleh arus modal institusional dan strategi investasi jangka panjang.

Kesimpulan tersebut menjadi sorotan utama dalam laporan macro weekly terbaru dari Binance Research. Dalam laporan itu, Binance menyebut sedang terjadi sebuah “pivot struktural” di pasar aset digital.

Beberapa pendorong utama yang disorot antara lain potensi akumulasi aset digital oleh negara-negara berkembang, serta upaya legislasi di Amerika Serikat untuk membentuk cadangan aset digital strategis.

Setelah persetujuan ETF Bitcoin spot di AS pada awal 2024, pasar kini memasuki apa yang disebut Binance Research sebagai “gelombang kedua” adopsi institusional. Fase ini ditandai dengan keterlibatan yang lebih dalam dari institusi keuangan tradisional, bukan sekadar sebagai perantara distribusi, tetapi juga sebagai pencipta produk investasi kripto.

Sebagai bukti, Binance menyoroti pendaftaran dokumen S-1 oleh Morgan Stanley untuk ETF Bitcoin dan Solana. Langkah ini mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan besar Wall Street mulai mengambil peran aktif sebagai product originator di pasar aset digital.

BACA JUGA: Terbanyak dalam Sejarah! 11,6 Juta Project Memecoin Rugpull Sepanjang 2025

Posisi awal ini berpotensi memberi tekanan pada pemain besar lain seperti Goldman Sachs dan J.P. Morgan agar segera mengikuti langkah serupa demi menghindari ketertinggalan di segmen manajemen aset kripto yang sedang berkembang.

Laporan tersebut juga menyinggung isu perusahaan digital asset treasury (DAT), yang sebelumnya menghadapi risiko dikeluarkan dari indeks MSCI. Jika terjadi, skenario itu berpotensi memicu aksi jual paksa hingga US$10 miliar di sektor aset digital.

Namun, kekhawatiran tersebut mereda setelah MSCI menyatakan tidak akan menghapus perusahaan DAT dari indeksnya—setidaknya untuk sementara waktu.

Faktor Makro dan Rotasi Aset Dukung Pasar Kripto 2026

Binance Research menilai kondisi makroekonomi global juga berpotensi menjadi penopang pasar aset digital pada 2026. Salah satu faktornya adalah tren diversifikasi investor yang mulai mengurangi eksposur berlebihan pada saham teknologi berkapitalisasi besar.

Sepanjang tahun lalu, valuasi saham-saham Magnificent Seven melonjak tajam, didorong oleh euforia kecerdasan buatan (AI).

Pada 2025, sepuluh perusahaan terbesar di indeks S&P 500 menyumbang sekitar 53% dari total kenaikan indeks, memicu kekhawatiran atas risiko konsentrasi yang semakin tinggi di pasar saham tradisional.

Kondisi ini berpotensi mendorong investor mencari alternatif diversifikasi di luar saham mega-cap, dengan aset digital menjadi salah satu kandidat penerima arus akumulasi baru.

Di sisi lain, perdebatan mengenai siklus empat tahunan Bitcoin masih berlangsung, dengan sebagian pelaku pasar meyakini reli Bitcoin belum benar-benar berakhir di puncak Oktober di kisaran US$126.000.