Binance Gelontorkan Pinjaman Rp7,7 Triliun untuk Penambang Bitcoin

Share :

Portalkripto.com — Exchange kripto Binance menggelontorkan pinjaman pool sebesar $500 juta atau sekitar Rp7,7 triliun untuk penambang Bitcoin. Langkah ini dilakukan Binance di tengah krisis yang sedang melanda para penambang karena lonjakan hashrate dan penurunan harga Bitcoin (BTC).

“Proyek Binance Pool dirancang untuk menyediakan layanan pinjaman yang aman bagi perusahaan penambangan Bitcoin (BTC) publik dan swasta, serta perusahaan infrastruktur aset digital secara global,” ujar Binance, dikutip Decrypt.

Penambang mendapatkan pinjaman dengan jangka waktu 18 hingga 24 bulan, dengan suku bunga berkisar antara 5% hingga 10%. Mereka juga dapat menawarkan hardware penambangan sebagai jaminan dalam mengajukan pinjaman.

Penambang Bitcoin di Ambang Krisis

Mining difficulty penambangan Bitcoin menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di 35,6 triliun. Hashrate juga melonjak ke titik tertinggi sebesar 245 exahash per detik.

Melonjaknya biaya energi karena tingginya mining difficulty dan hashrate telah membuat operasional penambangan Bitcoin secara signifikan menjadi lebih mahal. Terlebih, kripto terbesar di dunia itu masih bergantung pada mekanisme konsensus proof-of-work (PoW).

Pada September, penyedia layanan hosting penambangan Bitcoin, Compute North, mengajukan kebangkrutan. Perusahaan penambangan lainnya, Iris Energy, harus menjual cadangan ekuitasnya senilai $100 juta.

Compass Mining juga terpaksa menutup operasional penambangan di Georgia. Salah satu mining pool terbesar di dunia, Poolin, bahkan sempat menghentikan layanan penarikan sementara.

Tentu saja Binance bukan satu-satunya perusahaan yang memberikan pinjaman kepada penambang. Pada awal bulan ini, Maple Finance mengumumkan telah menyiapkan pinjaman sebesar $300 juta (sekitar Rp4,6 triliun) untuk penambang Bitcoin dengan bunga 20%.