Portalkripto.com — Exchange kripto Binance menyatakan tidak bisa melanjutkan proses akuisisi FTX, Kamis, 10 November 2022. Pengumuman ini disampaikan kurang dari 48 jam setelah Binance menandatangani non-binding letter on intent dalam proses awal akuisisi.
Binance mengungkapkan, batalnya akuisisi berkaitan dengan hasil uji tuntas yang telah dilakukan perusahaannya. Namun, hal itu tidak dijabarkan dengan jelas oleh Binance.
As a result of corporate due diligence, as well as the latest news reports regarding mishandled customer funds and alleged US agency investigations, we have decided that we will not pursue the potential acquisition of https://t.co/FQ3MIG381f.
— Binance (@binance) November 9, 2022
Diduga Binance mempertimbangkan status FTX yang saat ini tengah berada dalam penyelidikan Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Bloomberg melaporkan penyelidikan itu terkait dugaan salah penanganan dana pelanggan yang dilakukan FTX sehingga menyebabkan exchange itu mengalami krisis likuiditas.
“Pada awalnya, kami berharap dapat mendukung pelanggan FTX untuk menyediakan likuiditas. Tetapi masalahnya berada di luar kendali kami untuk membantu,” kata Binance dalam sebuah cuitan di Twitter.
Exchange tersebut juga mengatakan, setiap kali ada platform kripto yang gagal, konsumen akan mengalami kerugian. Namun, hal tersebut menurut Binance justru akan membuat ekosistem lebih tangguh karena ‘pemain-pemain kotor’ sudah tersingkir.
CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) hanya memberikan sedikit ungkapan emosional setelah kabar akuisisi dibatalkan mencuat. Dalam sebuah cuitan pendek, ia mengaku sedih dengan pembatalan tersebut.
Sad day. Tried, but ðŸ˜
— CZ 🔶 Binance (@cz_binance) November 9, 2022
Sebelumnya, dalam sebuah memo pada Rabu, 9 November 2022, kepada karyawan Binance, CZ menegaskan ia sama sekali tidak merencanakan keruntuhan FTX. Menurutnya, ambruknya FTX bukan hal yang baik untuk industri kripto.
“Jangan memandang hal ini sebagai sebuah kemenangan bagi kita,” tulis CZ.
Ia juga meminta agar para karyawannya tidak memperdagangkan token FTT selama FTX masih dalam masalah. CZ mengatakan, Binance jugasudah tidak lagi melakukan penjualan token FTT yang dimiliki.
Guncangan pasar ini terjadi setelah CZ mengatakan akan menjual seluruh kepemilikan token FTT di Binance. Ia dilaporkan telah melikuidasi token FTT senilai total $500 juta.
FTX Kalang-kabut
Wall Street Journal melaporkan pada Senin malam, saat mulai menghadapi krisis likuidasi, CEO FTX Sam Bankman-Fried menghubungi sejumlah investor besar sebelum akhirnya menghubungi Binance. Setelah Binance membatalkan kesepakatan ini, belum diketahui siapa yang akan membantu menyelamatkan FTX.
Bankman-Fried mengatakan kepada para investor bahwa perusahaannya harus menutupi kekurangan dana hingga $8 miliar untuk memenuhi permintaan penarikan pelanggan dan membutuhkan dana darurat. Salah satu perusahaan modal ventura terkemuka di Silicon Valley, Sequoia Capital, dilaporkan menyuntik dana $210 juta ke FTX.
FTX juga memberi tahu investor bahwa laba bersih (net income) perusahaannya pada 2022 diproyeksikan turun menjadi $144 juta tahun ini dari $ 338 juta pada 2021. Sementara pendapatan (revenue) perusahaan diproyeksikan naik menjadi $1,1 miliar dari $1 miliar tahun lalu.
Nilai token asli FTX, FTT, terus merosot hingga 57,6% dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGecko. Kini FTT diperdagangkan di harga $2,75, atau turun 80% dalam dua hari. Nilai total tokennya menyusut sebesar $308 juta.
Pergerakan harga FTT dalam 24 jam terakhir. (sumber: CoinGecko)
Pasar kripto secara keseluruhan juga memerah. Bitcoin jatuh 13% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di $16.000 untuk pertama kalinya sejak November 2020. Ether (ETH) jatuh lebih dalam sebesar 14% dalam 24 jam dan diperdagangkan di $1.130.
 Pergerakan harga BTC dalam sepekan terakhir. (sumber: CoinMarketCap)


