Beli Toyota, BYD, Yamaha di Bolivia Bisa Menggunakan Stablecoin

Beli Toyota, BYD, Yamaha di Bolivia Bisa Menggunakan Stablecoin
Share :

Ringkasan Berita

  • đźš— Toyota, Yamaha, dan BYD mulai menerima Tether (USDT) untuk pembayaran kendaraan di Bolivia.
  • đź’± BitGo konfirmasi transaksi pertama pembelian mobil Toyota dengan USDT, sekaligus bantu self-custody.
  • 📉 Cadangan devisa Bolivia anjlok 98% sejak 2014, mendorong warga beralih ke dolar AS dan kripto.
  • 🗳️ Pemilu Oktober akan tentukan arah masa depan kripto; salah satu kandidat usung blockchain untuk transparansi.

 

Tiga produsen kendaraan internasional besar mulai menerima stablecoin Tether (USDT) di Bolivia, menyusul krisis cadangan dolar AS yang semakin parah. Langkah ini menandai tonggak penting dalam adopsi kripto di negara Amerika Latin tersebut.

CEO Tether, Paolo Ardoino, mengumumkan bahwa Toyota, Yamaha, dan BYD kini menerima USDT untuk pembayaran pada Minggu lalu. Perusahaan keamanan kripto BitGo juga mengonfirmasi bahwa pada Sabtu, sebuah mobil Toyota pertama kali berhasil dibeli dengan USDT di Bolivia.

Foto yang dibagikan Ardoino memperlihatkan dealer mobil yang memajang tanda promosi USDT sebagai opsi pembayaran yang “mudah, cepat, dan aman.” BitGo menyebut pihaknya bermitra dengan Tether dan Toyota Bolivia untuk membantu penyimpanan mandiri (self-custody) sekaligus memastikan kelancaran transaksi.

Dari Larangan hingga Adopsi Massal

Bolivia sebelumnya termasuk salah satu negara Amerika Latin yang paling lama menolak kripto. Namun, pada Juni 2024, pemerintah mencabut larangan kripto yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan mengizinkan bank memproses transaksi Bitcoin (BTC) dan stablecoin.

Salah satu langkah awal besar terjadi pada Maret, ketika perusahaan minyak dan gas milik negara, Yacimientos PetrolĂ­feros Fiscales Bolivianos, mendapat persetujuan pemerintah untuk menerima kripto sebagai pembayaran impor bahan bakar di tengah krisis dolar AS.

BACA JUGA: PayPal Perluas Jangkauan Stablecoin PYUSD ke Sembilan Blockchain Baru

Data Trading Economics menunjukkan cadangan devisa Bolivia anjlok 98%, dari US$12,7 miliar pada Juli 2014 menjadi hanya US$171 juta pada Agustus 2025. Meski boliviano masih menjadi mata uang utama, kekhawatiran terhadap penurunan daya belinya membuat banyak warga lebih memilih dolar AS atau kripto sebagai alternatif.

Bahkan bank terbesar di Bolivia menyebut kripto sebagai “alternatif yang layak dan andal” bagi mata uang fiat, serta menandatangani nota kesepahaman dengan El Salvador pada Juli lalu untuk mempercepat adopsi kripto.

Ekonomi Lokal Beralih ke Stablecoin

Fenomena penggunaan stablecoin kian terlihat di kehidupan sehari-hari:

  • Toko-toko di bandara Bolivia sudah mulai mematok harga barang dalam USDT.
  • Bisnis impor menggunakan USDT untuk bertransaksi dengan pemasok luar negeri.
  • Menurut Gabriel Campa, Head of Digital Assets TowerBank, perusahaan membeli stablecoin secara lokal atau melalui rekening luar negeri, lalu menukarnya ke dolar AS untuk pembayaran impor. Sebagian produk bahkan dijual kembali dalam denominasi USDT, menciptakan “ekonomi sirkular stablecoin” untuk menjaga kelancaran perdagangan.

Politik dan Masa Depan Kripto Bolivia

Bolivia akan menggelar pemilu putaran kedua pada 19 Oktober mendatang antara Rodrigo Paz Pereira (Partai Demokrat Kristen) dan Jorge “Tuto” Quiroga (aliansi Freedom and Democracy).

  • Paz Pereira berjanji menggunakan teknologi blockchain untuk memberantas korupsi dan meningkatkan transparansi.
  • Sikap Quiroga terhadap kripto masih belum jelas.

Siapapun yang menang akan memimpin Bolivia setelah hampir dua dekade dikuasai oleh Movement for Socialism, yang kini banyak dipersalahkan atas krisis ekonomi negara tersebut.