Portalkripto.com — Komisi Sekuritas Kepulauan Bahama (SCB)mengumumkan telah membekukan seluruh aset FTX Digital Markets atau yang dikenal dengan FTX.com. Keputusan ini diambil setelah exchange kripto tersebut hampir ambruk dalam beberapa hari terakhir.
Dalam sebuah pernyataan resminya pada Jumat, 11 November 2021, yang dikutip Bloomberg, Komisi Sekuritas Kepulauan Bahama mengatakan pembekuan aset bertujuan untuk menjaga aset itu sendiri dan mengembalikan kestabilan perusahaan.
“Kami menanggapi pernyataan publik yang menduga aset klien salah penanganan dan bahkan dipindahkan ke Alameda Research,” jelas SCB.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, tindakan semacam itu bertentangan dengan tata kelola (exchange), karena tanpa persetujuan klien dan berpotensi melanggar hukum,” tambahnya.
Seorang pengacara telah ditunjuk oleh komisi tersebut untuk menjadi pengawas likuidasi. Pengacara ini nantinya akan mempertimbangkan apakah FTX aman atau justru harus dilikuidasi.
FTX Digital Markets merupakan perusahaan exchange kripto yang beroperasi dengan nama FTX.com. Pada September 2021, FTX memindahkan kantornya dari Hong Kong ke Kepulauan Bahama.
Perusahaan yang kemudian terdaftar secara resmi di Kepulauan Bahama ini merupakan entitas yang terpisah dengan FTX US, yang mendapatkan izin operasional di Amerika Serikat.
Dalam sebuah cuitan di Twitter pada Kamis, 10 November 2022, Bankman-Fried mengatakan FTX US dipastikan 100% likuid dan tidak terdampak krisis FTX.com secara finansial.
FTX US mungkin menangguhkan trading sementara dalam beberapa hari ke depan, tetapi layanan penarikannya masih beroperasi.
Penyelidikan juga dilaporkan telah dibuka oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan CEO FTX Sam Bankman-Fried. Sebelumnya, Bankman-Fried mengumumkan telah menutup sementara operasional perusahaan tradingnya, Alameda Research.
Layanan Penarikan Dibuka Khusus Pelanggan Kepulauan Bahama
FTX resmi menghentikan layanan penarikan di platformnya pada Kamis, 10 November 2022. Layanan tersebut kembali dibuka hari ini, tetapi hanya untuk pelanggan di Kepulauan Bahama.
1) Per our Bahamian HQ's regulation and regulators, we have begun to facilitate withdrawals of Bahamian funds. As such, you may have seen some withdrawals processed by FTX recently as we complied with the regulators.
— FTX (@FTX_Official) November 10, 2022
Diduga kebijakan ini berkaitan dengan pembekuan aset yang dilakukan oleh Komisi Sekuritas Kepulauan Bahama. Platform analitik blockchain Nansen mengatakan, setelah layanan penarikan dibuka terbatas, kripto senilai jutaan dolar langsung ditarik dari exchange FTX.
FTX mengatakan tengah mengupayakan agar layanan penarikan bisa dibuka sepenuhnya. Sebelumnya, outflow dari FTX menyentuh puncaknya sebesar $8 juta dalam sehari pada Kamis lalu.


