Ringkasan Berita
- Ark Invest memproyeksikan kapitalisasi pasar aset digital global mencapai US$28 triliun pada 2030, naik dari sekitar US$2 triliun pada 2025.
- Proyeksi tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 61%, didorong oleh adopsi blockchain dan kripto yang semakin luas.
- Bitcoin diperkirakan menguasai sekitar 70% dari total pasar aset digital, didukung oleh peranannya sebagai penyimpan nilai dan masuknya investor institusional.
- Jaringan smart contract seperti Ethereum dan Solana diproyeksikan tumbuh hingga US$5–6 triliun melalui DeFi, tokenisasi aset, dan stablecoin.
Pasar aset digital global diperkirakan memasuki fase pertumbuhan besar dan berkelanjutan seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain di seluruh dunia.
Proyeksi optimistis ini disampaikan oleh Ark Investment Management dalam laporan Big Ideas 2026 yang dirilis pekan ini, yang memprediksi ekspansi masif pasar kripto dan jaringan smart contract dalam satu dekade ke depan.
“Nilai pasar aset digital berpotensi mencapai US$28 triliun pada 2030,” tulis Ark dalam laporannya. Dalam skenario dasar (base case), total kapitalisasi pasar aset digital diperkirakan melonjak dari sekitar US$2 triliun pada 2025 menjadi mendekati US$28 triliun pada 2030. Angka ini mencerminkan estimasi compound annual growth rate (CAGR) sekitar 61%, sebagaimana ditunjukkan dalam grafik proyeksi kapitalisasi pasar Ark.
Ark menjelaskan bahwa pasar jaringan smart contract dan mata uang digital murni—yang berfungsi sebagai penyimpan nilai, alat tukar, dan satuan hitung di blockchain publik—diperkirakan tumbuh dengan laju tahunan sekitar 61% hingga mencapai US$28 triliun pada 2030.
“Kami meyakini Bitcoin dapat menyumbang sekitar 70% dari total pasar tersebut, sementara sisanya akan didominasi oleh jaringan smart contract seperti Ethereum dan Solana,” tulis Ark.
Grafik proyeksi Ark menunjukkan bahwa nilai pasar kripto secara keseluruhan dapat mencapai kisaran US$22–23 triliun pada 2030, sementara platform smart contract diperkirakan tumbuh ke level US$5–6 triliun. Lonjakan tajam antara periode 2025 hingga 2030 menegaskan pandangan Ark bahwa aset digital tengah memasuki fase adopsi yang cepat dan bersifat eksponensial.
BACA JUGA: Harga Bitcoin Mulai Recovery Seiring Pidato Trump Soal Regulasi Kripto di AS
Perubahan Struktir Ekosistem Aset Digital
Analisis tersebut mengaitkan potensi pertumbuhan ini dengan perubahan struktural dalam ekosistem aset digital. Bitcoin diposisikan sebagai komponen dominan dalam segmen kripto, didukung oleh masuknya investasi institusional, diversifikasi treasury perusahaan, serta perannya sebagai alternatif digital terhadap emas.
Sementara itu, jaringan smart contract diperkirakan menangkap nilai besar melalui sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), tokenisasi aset dunia nyata, penyelesaian transaksi stablecoin, hingga pendapatan berbasis aplikasi—meski aktivitasnya diproyeksikan akan terkonsentrasi pada sejumlah platform utama.
Ark juga menyoroti peningkatan skalabilitas jaringan, penurunan biaya transaksi, serta kejelasan regulasi yang kian membaik sebagai asumsi kunci di balik proyeksi tersebut. Meski mengakui adanya ketidakpastian dalam proyeksi jangka panjang, laporan ini menempatkan aset digital sebagai kelas aset bernilai puluhan triliun dolar pada 2030, dengan skala yang berpotensi menyaingi instrumen keuangan tradisional utama.


