Ringkasan Berita
- BTC terancam tutup 2025 di zona merah kecuali mampu naik 6,24% di atas level pembukaan tahunan sekitar $93.374.
- Bitcoin sempat mencetak ATH di atas $125.000 pada Oktober, sebelum anjlok akibat kejatuhan pasar kripto secara global.
- Harga BTC telah terkoreksi sekitar 30% dan membentuk titik terendah lokal di kisaran $80.000 pada November.
- Fokus pasar kini tertuju pada kebijakan The Fed, dengan peluang pemangkasan suku bunga Januari hanya 18,8% menurut CME FedWatch.
Harga Bitcoin (BTC) diperkirakan akan menutup candle tahunan 2025 di zona merah, alias berakhir lebih rendah dibandingkan harga awal tahun, kecuali BTC mampu menguat sekitar 6,24% dari level pembukaan tahunan di kisaran $93.374.
“Bitcoin hanya punya waktu tiga hari untuk pulih dan menutup tahun ini di zona hijau. Jika gagal, ini akan menjadi tahun pertama pasca-halving di mana Bitcoin ditutup melemah. Dibutuhkan kenaikan 6,24% agar candle tahunan berubah hijau,” ujar Nic Puckrin dalam utasnya di X, Minggu, 28 Desember 2025.
Di tahun ini, Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas $125.000 pada Oktober, hanya beberapa hari sebelum terjadi kejatuhan pasar besar yang menghantam reli Bitcoin dan menyeret harga kripto secara luas.
Saat ini, candle harga Bitcoin sepanjang 2025 masih berada di zona merah dengan hanya menyisakan tiga hari perdagangan hingga akhir tahun.

Sejak menyentuh puncak harga, BTC telah terkoreksi sekitar 30% dan membentuk titik terendah lokal di sekitar $80.000 pada November. Kondisi ini memicu perdebatan di kalangan analis: apakah reli bullish Bitcoin benar-benar telah berakhir dan pasar bearish baru telah dimulai.
Para analis pasar masih terbelah mengenai peluang pemulihan harga dalam waktu dekat atau potensi pelemahan yang berlanjut hingga 2026, dengan faktor makroekonomi dan kondisi likuiditas global menjadi sorotan utama dalam menentukan arah pergerakan Bitcoin.
BACA JUGA: Sentimen Pasar Kripto Tetap Bertahan di Zona Extreme Fear
Fokus Pasar Tertuju pada Kebijakan The Fed
Bitcoin juga tercatat bergerak di bawah rata-rata pergerakan 365 hari (365-day moving average) sejak November, sebuah level support krusial yang sebelumnya menopang tren naik struktural sejak 2023. Pelemahan di bawah level ini menandakan adanya perubahan struktur tren jangka panjang.
Secara historis, suku bunga yang lebih rendah menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk kripto, karena mendorong masuknya likuiditas baru ke pasar.
Sepanjang 2025, Federal Reserve telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali, masing-masing sebesar 25 basis poin (bps). Namun, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Desember memberikan sinyal yang cenderung berhati-hati.
“Tidak ada jalur kebijakan yang sepenuhnya bebas risiko,” ujar Powell, yang memunculkan keraguan pasar terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan pada pertemuan FOMC Januari mendatang.
Berdasarkan data FedWatch Tool milik Chicago Mercantile Exchange (CME) Group, hanya sekitar 18,8% pelaku pasar yang memperkirakan adanya penurunan suku bunga pada Januari.


