Analisa Bitcoin: Antisipasi Short Squeeze di Tengah Volatilitas dan Rilis CPI AS

Analisa Bitcoin: Antisipasi Short Squeeze di Tengah Volatilitas dan Rilis CPI AS
Share :

🔍 Ringkasan Berita

  • Bitcoin menutup minggu di $108.600 dan memantul ke $111.000 saat sesi Asia dimulai.
  • Trader melihat potensi short squeeze di area $116K–$117K dengan level penting di $112K.
  • Rilis CPI AS tetap berjalan meski pemerintah AS tutup, menjadi faktor utama arah pasar minggu ini.
  • Dominasi Bitcoin mulai melemah di bawah 60%, membuka peluang Altseason jika level support kembali jebol.

 

Bitcoin masih bertahan di atas level $100 ribu di tengah gejolak pasar yang salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas.

Bahkan, aset kripto nomor satu berdasarkan kapitalisasi pasar ini sempat meninjukan gelagat pembalikan arah ketika harga sempat kembali menyentuh level $111.000.

Lantas, bagaimana pergerakan harga selanjutnya? Berikut analisa Bitcoin berdasarkan pergerakan teknikal dan isu makro yang saat ini sedang berlangsung.

Volatilitas Masih Akan Berlanjut

Dalam unggahan di X (Twitter), analis CrypNuevo menyebut kemungkinan terjadinya short squeeze pada paruh akhir Oktober. “Kita melihat kluster besar likuidasi short di area $116.000–$117.000. Apakah short squeeze akan terjadi?” tulisnya sambil membagikan peta likuiditas bursa.

Ia menambahkan bahwa area “upside imbalance” atau ketidakseimbangan di sisi atas menjadi target penting untuk diperhatikan dalam beberapa hari ke depan.

Sumber: @CrypNuevo/X

Sementara itu, investor dan pengusaha kripto Ted Pillows menandai $112.000 sebagai level penting yang perlu direbut kembali oleh BTC.

“Dengan ketegangan perdagangan AS–China yang mulai mereda, saya rasa BTC bisa lanjut naik dari sini,” tulisnya kepada pengikutnya di X.

@TedPillows

Euforia Emas, dan Potensi Bitcoin Mengikutinya

Fokus pasar global juga tertuju pada emas yang baru saja mencetak rekor $4.380 per ons. Trader Daan Crypto Trades menilai bahwa performa Bitcoin masih tertinggal jauh dibanding emas.

BACA JUGA: Michael Saylor Kembali Serok Bitcoin, Strategy Kini Pegang 640.000 BTC

“Kalau emas mulai tenang, sebagian modalnya bisa mengalir ke aset berisiko seperti saham dan kripto,” tulisnya sambil membandingkan rasio BTC terhadap emas.

Tekanan Bearish Masih Membayangi

Meski sempat jatuh ke $102.000 di Binance pada 10 Oktober, sebagian analis masih melihat potensi koreksi lanjutan. Trader Roman menilai bahwa kenaikan volume belum cukup kuat untuk mendukung harga di level tertinggi baru, dan indikator RSI memperlihatkan divergensi bearish.

Ia menyebut potensi rebound hingga $118.000 bisa saja membentuk pola head and shoulders yang berakhir dengan pembalikan tren. “Break di atas level ini bisa membatalkan pola itu, tapi sejauh ini volume rendah memperkuat teori koreksi,” tulisnya.

Roman juga menegaskan bahwa harga kemungkinan besar masih akan “mengisi” wick harian di $102.000.

BACA JUGA: Bitcoin Masih Kokoh di Atas $110.000, Investor AS Terus Dorong Permintaan Spot

CPI Tetap Rilis Meski Pemerintah AS Tutup

Uniknya, minggu ini akan menjadi salah satu pekan makro paling menarik. Meski pemerintah AS tengah shutdown, laporan Consumer Price Index (CPI) tetap akan dirilis pada Jumat mendatang — pertama kalinya data CPI muncul saat shutdown sejak 2018.

Rilis ini penting karena hanya berselang lima hari sebelum Federal Reserve memutuskan kebijakan suku bunga. Sumber The Kobeissi Letter menilai hasil CPI yang lebih rendah dari ekspektasi bisa meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga 0,25% pada 29 Oktober, yang berpotensi menambah likuiditas ke pasar aset berisiko seperti kripto.

Leverage Kembali ke Pasar Kripto

Setelah likuidasi besar senilai $19 miliar pada 10 Oktober, data CryptoQuant menunjukkan aktivitas leverage perlahan meningkat kembali. Indeks leverage Bitcoin naik dari 0,148 menjadi 0,166, menandakan kembalinya kepercayaan trader.

“Kenaikan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai membuka posisi leverage secara hati-hati, terutama karena tekanan jual besar sebelumnya sudah mereda,” tulis analis Arab Chain.

Namun, ia menambahkan bahwa ekspektasi terhadap lonjakan harga besar masih terbatas — dan keberlanjutan tren ini bergantung pada kemampuan BTC bertahan di atas level $110.000.

Dominasi Bitcoin Mulai Melemah

Dominasi Bitcoin di pasar kripto sempat menyentuh 63,5% pada 10 Oktober, namun kini turun ke 59,6%. Analis Rekt Capital menilai hal ini menandai berakhirnya macro uptrend dominasi BTC.

“Bitcoin Dominance telah mengubah area support lama menjadi resistensi baru. Jika kehilangan support di 57,68%, hal itu bisa memicu Altseason besar-besaran,” tulisnya.

Menurut data Luke Martin, kinerja gabungan 50 altcoin teratas di Binance Futures masih berada di bawah level pra-bear market 2022 — menunjukkan dampak keras dari volatilitas Oktober.