Portalkripto.com— Nama satoshi diambil dari nama pencipta bitcoin yang merupakan pseudonym, yakni Satoshi Nakamoto. Pecahan ini membantu memudahkan pengguna agar tidak perlu menulis banyak angka nol ketika menyebut bilangan Bitcoin kurang dari 0,1 BTC.
Membagi bitcoin menjadi pecahan kecil diperlukan untuk memfasilitasi transaksi mikro, meskipun karena volatilitas aset yang tinggi, satoshi tidak dianggap sebagai media pertukaran yang sesuai pada awalnya.
Satoshi kemudian menjadi sangat diperlukan sejak satu bitcoin naik menjadi bernilai puluhan ribu dolar. Dengan adanya pecahan ini, calon pembeli tidak harus membeli seluruh bitcoin dan bahkan bisa membeli bitcoin dengan harga $1.
Coindesk melaporkan, karena block rewards bitcoin berkurang setengahnya setiap empat tahun, token baru yang dicetak setiap 10 menit pada titik tertentu akan dihitung dalam satuan satoshi daripada bitcoin.
Pencetakan bitcoin baru pada akhirnya akan berhenti karena ada satoshi. Tidak mungkin untuk terus mencetak bitcoin baru selamanya dalam jumlah yang semakin kecil.
Nilai Satoshi
Ada 100 juta satoshi dalam satu bitcoin. Artinya setiap satu satoshi bernilai 0,00000001 BTC. Agar satu satoshi bernilai satu sen, maka satu BTC harus bernilai $1 juta.
Satoshi bukan satu-satunya unit dalam bitcoin. Ada milibitcoin yang bernilai satu per seribu bitcoin atau 0,001 BTC. Ada microbitcoin yang bernilai satu per sejuta bitcoin atau 0,000001 BTC.
Dalam jaringan Lightning, Anda bisa bertransaksi menggunakan unit yang bahkan lebih kecil dari satoshi. Unit ini dikenal sebagai milisatoshi.
Milisatoshi bernilai ini satu per seribu satoshi. Namun, di jaringan Bitcoin, unit ini tidak bisa digunakan.
Lebih sederhananya: 1 BTC = 1.000 milibitcoin (mBTC) = 1.000.000 microbitcoin (μBTC) = 100.000.000 Satoshi = 100.000.000.000 milisatoshi.


