Data Inflasi AS Diumumkan, Bitcoin Bereaksi dengan Kenaikan 4,5%

BTC CPI
Share :

Ringkasan Berita

  • Bitcoin Cetak Level Tertinggi Dua Bulan:
    BTC menguat sekitar 4,5% pada Selasa (14/1/2026) dan diperdagangkan di kisaran
    US$95.500, level tertinggi sejak pertengahan November 2025.
  • Likuidasi Short Besar-besaran:
    Kenaikan harga memicu likuidasi posisi short kripto senilai sekitar
    US$587 juta, dengan US$292 juta berasal dari posisi short Bitcoin.
  • Data Inflasi AS Jadi Katalis:
    CPI AS Desember 2025 tercatat 2,7% dan inflasi inti 2,6%,
    lebih rendah dari ekspektasi, mendorong reli Bitcoin dan membawa indeks
    S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru.
  • Konsolidasi Dinilai Tak Lama:
    Analis menilai fase konsolidasi Bitcoin di area US$90.000–US$92.000
    kemungkinan segera berakhir, dengan zona krusial di US$92.600–US$94.000
    dan potensi pergerakan harga yang lebih tajam dalam waktu dekat.

 

Bitcoin melanjutkan rally penguatan pada perdagangan Selasa, 14 Januari 2026, naik ke level tertinggi dalam dua bulan  terakhir, seiring dimulainya musim laporan keuangan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan investor mencerna data inflasi terbaru.

Aset kripto terbesar di dunia ini menguat sekitar 4,5% dalam satu hari. Saat laporan ini ditulis, BTC diperdagangkan di area US$95.500. Level ini merupakan pencapaian tertinggi sejak pertengahan November 2025.

Berdasarkan data CoinGlass, kenaikan tersebut memicu likuidasi posisi short kripto yang diperkirakan mencapai US$587 juta, termasuk sekitar US$292 juta yang berasal dari posisi short Bitcoin.

BTC/USDT 1 day via Tradingview

Data Inflasi AS Dorong Bitcoin dan Pasar Saham

Laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS untuk Desember 2025 dirilis lebih rendah dari ekspektasi pasar.

CPI tahunan tercatat di angka 2,7%, sesuai perkiraan, sementara inflasi inti (core CPI) berada di level 2,6%—sekitar 0,1% di bawah proyeksi analis, menurut konfirmasi Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS).

US CPI 12-month % change.
US CPI 12-month % change. Source: BLS

BLS menyatakan bahwa indeks harga konsumen untuk seluruh komponen naik 2,7% dalam 12 bulan hingga Desember, sama dengan periode 12 bulan sebelumnya.

Pengumuman tersebut membuat pasar langsung bereaksi. Tak hanya Bitcoin, bursa saham AS pun langsung menguat, dengan S&P 500 menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

Trading resource The Kobeissi Letter menyoroti bahwa baik inflasi utama maupun inflasi inti praktis stagnan pada Desember, sebuah sinyal positif bagi aset berisiko.

Namun, laporan tersebut juga menyinggung dinamika sensitif antara pemerintah AS dan Federal Reserve. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam rapat FOMC pada 28 Januari mendatang.

BACA JUGA: Binance Research: Pola Investasi Aset Kripto Alami Perubahan Struktural

Di sisi lain, Presiden Trump terus menekan The Fed agar memangkas suku bunga lebih agresif. Investigasi hukum terhadap Jerome Powell yang diumumkan baru-baru ini menjadi simbol ketegangan tersebut. Powell sendiri mengisyaratkan bahwa langkah tersebut berkaitan langsung dengan kebijakan suku bunga The Fed.

Pasca rilis CPI, Trump kembali menegaskan keinginannya agar suku bunga diturunkan—langkah yang secara teori dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong aliran dana ke aset berisiko, termasuk kripto.

Trump juga menyinggung kebijakan tarif perdagangan AS sebagai faktor penekan inflasi, meski isu ini masih menjadi perdebatan dan tengah menunggu putusan Mahkamah Agung terkait legalitasnya.

Zona Konsolidasi Bitcoin Dinilai Tak Akan Bertahan Lama

Ketika Bitcoin mendekati level US$93.000, para pelaku pasar menyadari bahwa dorongan yang dibutuhkan untuk membawa harga ke tren naik berkelanjutan tidaklah kecil.

Analis dengan nama samaran Exitpump menyoroti dua garis volume-weighted average price (VWAP) yang membentuk area resistensi besar di level tersebut. VWAP merupakan harga rata-rata yang dihitung berdasarkan volume transaksi dalam periode tertentu.

Trader Daan Crypto Trades menambahkan bahwa pergerakan harga yang cenderung datar dalam beberapa hari terakhir telah membangun likuiditas yang cukup besar di kedua sisi pasar.

Menurutnya, area US$92.600 hingga US$94.000 menjadi zona krusial di sisi atas, sementara di sisi bawah, rentang US$89.800 hingga US$88.700 juga menyimpan likuiditas signifikan.

Data CoinGlass menunjukkan total likuidasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir mendekati US$170 juta, menandakan meningkatnya tekanan di pasar derivatif.

Daan menilai bahwa fase konsolidasi Bitcoin di kisaran US$90.000–US$92.000 yang telah berlangsung sekitar lima hari kemungkinan besar tidak akan bertahan lama, membuka peluang terjadinya pergerakan harga yang lebih tajam dalam waktu dekat.