Prediksi Harga Bitcoin di Awal 2026, Bergerak Lambat Atau ada Kejutan?

Prediksi Harga Bitcoin di Awal 2026
Share :

Ringkasan Berita

  • Prediksi Sideways: CEO CryptoQuant Ki Young Ju memperkirakan harga Bitcoin akan bergerak datar pada kuartal pertama 2026, meski awal tahun secara historis sering mencatatkan kenaikan.
  • Arus Modal Mengering: Ju menilai minat investor beralih ke saham dan logam mulia seiring lonjakan harga emas dan perak.
  • Tanpa Crash Besar: Meski stagnan, Bitcoin diperkirakan tidak akan mengalami penurunan tajam lebih dari 50% dari level tertinggi sepanjang masa.
  • Data & Sentimen: Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$90.216, sementara sentimen pasar masih berada di zona fear meski ETF Bitcoin spot mulai mencatat arus masuk.

 

CEO CryptoQuant, Ki Young Ju memprediksi harga Bitcoin diperkirakan akan bergerak datar pada kuartal pertama 2026. Meskipun secara historis aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini kerap mencatatkan kinerja positif di awal tahun. 

“Arus modal ke Bitcoin telah mengering,” ujar Ju pada Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menilai minat investor kini kembali beralih ke pasar saham dan logam mulia, seiring melonjaknya harga emas dan perak. Kondisi ini membuatnya memperkirakan pergerakan Bitcoin akan cenderung sideways atau stagnan dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber: CryptoQuant

Meski demikian, Ju menilai Bitcoin tidak akan mengalami penurunan tajam seperti pada siklus sebelumnya dan kecil kemungkinan mengalami kejatuhan drastis dari level puncaknya.

“Modal hanya berputar ke saham dan logam mulia. Saya tidak melihat akan terjadi penurunan lebih dari 50% dari level tertinggi sepanjang masa seperti pada pasar bearish sebelumnya. Kemungkinan besar hanya pergerakan datar yang membosankan dalam beberapa bulan ke depan,” tulis Ju.

Pada saat laporan ini ditulis, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$90.216, turun lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir dan melemah dari level tertinggi pekan ini di US$94.400.  Secara bulanan, BTC masih mencatatkan kenaikan 0,81% dalam 30 hari terakhir.

BTC/USDT 1 day via Tradingview

Pergerakan Datar Bertentangan dengan Pola Historis

Jika Bitcoin benar-benar bergerak stagnan pada kuartal pertama 2026, hal tersebut akan bertolak belakang dengan pola historisnya. Sejak 2013, Januari rata-rata mencatatkan kenaikan 3,81%, sementara Februari dan Maret justru dikenal sebagai bulan dengan performa lebih kuat, masing-masing mencatatkan rata-rata kenaikan 13,12% dan 12,21%, menurut data CoinGlass.

Pernyataan Ju juga muncul di tengah kekhawatiran dari sejumlah analis. Trader veteran Peter Brandt serta Direktur Riset Makroekonomi Fidelity, Jurrien Timmer, sebelumnya membuka kemungkinan Bitcoin turun hingga US$65.000, bahkan US$60.000, pada 2026.

Sementara itu, sentimen pasar kripto masih cenderung melemah. Crypto Fear & Greed Index telah berada di zona “fear” hingga “extreme fear” sejak awal November, dan pada Kamis mencatat skor 28, yang menunjukkan kondisi ketakutan di pasar.

ETF Bitcoin Spot Mulai Tunjukkan Arus Masuk

Di tengah sentimen yang lesu, ETF Bitcoin spot justru mulai menunjukkan sinyal positif. Data dari Farside Investors mencatat arus masuk bersih sebesar US$925,3 juta dalam tiga hari perdagangan pertama 2026.

BACA JUGA: Akumulasi Whale Saat Ini Beri Sinyal Bitcoin Bullish

Optimisme Masih Datang dari Sejumlah Tokoh

Meski proyeksi awal 2026 terkesan konservatif, sejumlah pelaku industri tetap optimistis terhadap prospek Bitcoin. Investor modal ventura Tim Draper menyatakan bahwa “2026 akan menjadi tahun besar” dan kembali menegaskan prediksinya bahwa Bitcoin akan mencapai US$250.000, sebuah proyeksi yang pertama kali ia sampaikan pada 2018.

Sementara itu, Kepala Riset Bitwise, Ryan Rasmussen, menilai Bitcoin akan mematahkan siklus empat tahunan pada 2026 dan mencetak rekor harga tertinggi baru. Menurutnya, pola klasik tiga tahun kenaikan diikuti satu tahun penurunan tidak akan berlaku kali ini.