Ringkasan
- Sentimen pasar kripto bertahan di zona extreme fear selama 14 hari berturut-turut dengan skor indeks di level 20.
- Bitcoin diperdagangkan di sekitar $88.650, turun hampir 30% dari rekor tertingginya di $126.080.
- Kekhawatiran The Fed menunda pemangkasan suku bunga dan isu tarif AS–China menekan psikologi investor.
- Investor ritel kripto dinilai mulai menepi, sementara arus dana ke ETF Bitcoin AS tetap kuat dengan inflow lebih dari $25 miliar.
Sentimen pasar kripto masih terperosok di zona “extreme fear” pada Jumat, 26 Desember 2025, menandai hari ke-14 berturut-turut indeks sentimen berada di level ketakutan ekstrem.
Indeks Crypto Fear & Greed turun tiga poin ke level 20 dari 100 pada 26 Desember. Ini memperpanjang periode extreme fear yang dimulai sejak 13 Desember, menjadikannya salah satu durasi terlama sejak indeks ini pertama kali diluncurkan pada Februari 2018.
Tekanan sentimen ini telah berlangsung sejak awal Oktober, setelah kekhawatiran baru terkait tarif perdagangan AS–China memicu kejatuhan pasar kripto hingga hampir $500 miliar pada 10 Oktober.

Kekhawatiran The Fed Tekan Psikologi Investor
Sentimen negatif juga diperparah oleh spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi menunda pemangkasan suku bunga pada kuartal pertama 2026.
Chief Operating Officer bursa kripto BTSE, Jeff Mei, bahkan memperingatkan bahwa Bitcoin bisa turun hingga $70.000 jika The Fed mempertahankan suku bunga tetap.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $88.650, turun hampir 30% dari rekor tertingginya di $126.080 yang tercatat pada 6 Oktober 2025.
BACA JUGA: Permintaan Terhadap Bitcoin Anjlok Sejak Q4 2025, Pertanda Apa?
Menariknya, tingkat ketakutan pasar saat ini bahkan lebih rendah dibandingkan periode runtuhnya FTX pada November 2022, yang kala itu mengguncang industri kripto dan menyeret harga Bitcoin mendekati $16.000.
Indeks Fear & Greed sendiri disusun berdasarkan beberapa faktor utama, termasuk volatilitas pasar, volume perdagangan, sentimen media sosial, tren pencarian, dan dominasi Bitcoin.
Minat Pencarian Kripto Anjlok
Platform analitik Alphractal mencatat bahwa volume pencarian kripto di Google, jumlah tampilan Wikipedia, serta aktivitas diskusi di forum-forum internet ikut mengalami penurunan tajam.
“Volume percakapan kripto di media sosial telah kembali ke level yang biasanya terlihat saat bear market,” tulis Alphractal. “Pada Desember 2025, investor ritel terlihat putus asa, tidak terlibat, dan sebagian besar absen dari pasar kripto.”
Bitwise: Ritel Kripto Lokal “Menepi”
Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, menyebut bahwa pelemahan pasar dan memburuknya sentimen terutama berasal dari ritel kripto internal (crypto-native retail).
Menurutnya, kelompok ini sudah terlalu sering terpukul:
- runtuhnya FTX,
- kegagalan euforia memecoin,
- absennya altcoin season,
- hingga likuidasi besar pada 10 Oktober.
“Mereka lelah dan akhirnya memilih menepi,” kata Hougan.
Sebaliknya, Hougan menilai ritel tradisional (TradFi retail) justru menunjukkan tren sebaliknya. Ia menyoroti meningkatnya arus dana ke ETF kripto spot dalam dua tahun terakhir.
“Investor tradisional — seperti paman saya — justru mulai masuk ke kripto. Ritel jenis ini masih sangat aktif,” ujarnya.
Hingga 2025, ETF Bitcoin di AS telah menarik arus masuk lebih dari $25 miliar, meskipun harga Bitcoin secara year-to-date masih mencatatkan penurunan sekitar 5%.


