Ringkasan
- Grayscale memprediksi 2026 menjadi fase kebangkitan pasar kripto, didorong faktor makro, regulasi, dan adopsi teknologi blockchain.
- Bitcoin dan Ethereum dipandang sebagai lindung nilai utama terhadap risiko pelemahan dolar AS.
- Stablecoin, tokenisasi aset, dan DeFi diperkirakan berkembang pesat seiring masuknya institusi ke ekosistem on-chain.
- AI, privasi, dan blockchain generasi baru menjadi sektor strategis dalam transisi menuju adopsi kripto yang lebih matang.
- Staking dan pendapatan jaringan dinilai akan menjadi standar baru dalam strategi investasi kripto.
Grayscale memprediksi di tahun 2026 pasar kripto akan memasuki fase kebangkitan. Dalam outlook yang dilaporkan pada Senin, 15 Desember 2025, organisasi ini menyebut kebangkitan pasar kripto di 2026 akan didorong oleh kondisi makro global, kejelasan regulasi, serta adopsi teknologi blockchain yang semakin luas.
Dalam outlook tersebut, analis institusional ini menyoroti 10 sektor kripto yang dinilai memiliki prospek terbaik sepanjang 2026 — mulai dari Bitcoin hingga DeFi, AI, dan tokenisasi aset dunia nyata.
Berikut rangkuman lengkapnya:
Store of Value: Lindung Nilai dari Pelemahan Dolar
Risiko pelemahan nilai dolar AS akibat lonjakan utang publik mendorong meningkatnya minat terhadap aset alternatif penyimpan nilai. Bitcoin dan Ethereum dinilai unggul karena suplai terbatas, desentralisasi tinggi, dan adopsi luas.
Bitcoin, dengan suplai maksimum 21 juta koin dan jadwal emisi yang transparan, semakin dipandang sebagai “emas digital”. Zcash juga mendapat perhatian sebagai aset lindung nilai berbasis privasi.
Aset utama di sektor ini: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Zcash (ZEC)
Regulasi Kripto Jadi Katalis Adopsi Massal
Tahun 2025 menjadi titik balik regulasi kripto di AS, ditandai dengan disahkannya GENIUS Act, pelonggaran aturan kustodi, serta standar listing ETF kripto.

Pada 2026, regulasi pasar kripto bipartisan diperkirakan akan lolos, membuka jalan bagi institusi keuangan tradisional untuk masuk lebih dalam ke ekosistem blockchain.
Aset terdampak: Hampir seluruh sektor kripto
Stablecoin Naik Kelas Jadi Infrastruktur Keuangan
Stablecoin mencatat momen emas di 2025 dengan suplai menembus $300 miliar. Di 2026, penggunaannya diperkirakan meluas ke pembayaran lintas negara, jaminan derivatif, neraca korporasi, hingga alternatif kartu kredit.

Blockchain dengan volume stablecoin tinggi serta penyedia infrastruktur oracle seperti Chainlink diproyeksikan mendapat manfaat besar.
Aset utama di sektor ini: ETH, TRX, BNB, SOL, LINK
Tokenisasi Aset Masuk Titik Balik
Saat ini tokenisasi saham dan obligasi masih sangat kecil, namun diperkirakan bisa tumbuh hingga 1.000 kali lipat menuju 2030.
BACA JUGA: Riset Grayscale: 2026 Pasar Kripto Cerah, Bitcoin Berpeluang Cetak Rekor Baru
Ethereum, Solana, dan BNB Chain menjadi tulang punggung awal tokenisasi, sementara Chainlink berperan penting sebagai penghubung data dunia nyata ke blockchain.
Aset utama: LINK, ETH, SOL, AVAX, BNB
Privasi Jadi Kebutuhan Utama Blockchain
Seiring blockchain makin terintegrasi dengan sistem keuangan, kebutuhan privasi menjadi krusial. Investor mulai melirik proyek yang menawarkan transaksi rahasia dan perlindungan data finansial. Zcash, Aztec (L2 Ethereum), dan Railgun dinilai berada di posisi strategis dalam tren ini.
Aset utama: ZEC, Aztec, Railgun
Integrasi Kripto dan AI Kian Menguat
Kekhawatiran atas sentralisasi AI mendorong kebutuhan solusi berbasis blockchain. Proyek seperti Bittensor (AI terdesentralisasi), World (Proof of Personhood), dan Story Protocol (hak cipta digital) membentuk fondasi awal agent economy — ekonomi baru berbasis AI dan blockchain.

Aset utama: TAO, NEAR, WORLD, IP
DeFi Melaju, Dipimpin Sektor Lending
DeFi menunjukkan pertumbuhan nyata di 2025, khususnya di sektor pinjam-meminjam dan derivatif terdesentralisasi.
Platform lending seperti Aave dan Morpho, serta DEX dan perpetual DEX, diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya likuiditas dan integrasi dengan fintech tradisional.
Aset utama: AAVE, MORPHO, MAPLE, UNI, HYPE, LINK
Blockchain Generasi Baru Siap Dorong Adopsi
Blockchain berperforma tinggi seperti Sui, Monad, MegaETH, dan Near dirancang untuk use case masa depan: AI micropayments, gaming real-time, dan perdagangan on-chain berfrekuensi tinggi.
Sejarah Solana menunjukkan bahwa “block space berlebih” bisa berubah menjadi keunggulan saat adopsi datang.
Aset utama: SUI, MON, NEAR, MEGA
Fokus Investor Bergeser ke Pendapatan Nyata
Investor institusional mulai menilai blockchain seperti bisnis, dengan transaction fees dipandang sebagai indikator fundamental utama.
Ethereum, Solana, BNB, dan Tron menonjol karena pendapatan jaringan yang relatif tinggi dan berkelanjutan.
Aset utama: SOL, ETH, BNB, TRX, HYPE
Staking Jadi Standar Investasi Baru
Kejelasan regulasi staking di AS membuat staking diperkirakan menjadi default bagi investor kripto, termasuk melalui ETF. Lido (Ethereum) dan Jito (Solana) berpotensi diuntungkan dari meningkatnya adopsi liquid staking, baik secara institusional maupun on-chain.
Aset utama: LDO, JTO
Kesimpulan
Tahun 2026 dipandang sebagai fase transisi penting bagi industri kripto — dari spekulasi menuju adopsi struktural. Kombinasi tekanan makro, regulasi yang lebih jelas, serta inovasi teknologi membuat 10 sektor ini dinilai sebagai area paling menjanjikan untuk pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Bukan saran invetasi! Artikel ini semata-mata untuk memberikan wawasan dan informasi yang relevan terkait dunia kripto dan teknologi blockchain.


