🔎 Ringkasan Berita:
- XRP turun 4% dalam dua hari dan gagal bertahan di atas level $2.
- Funding rate anjlok ke -20%, level terendah sejak crash 10 Oktober — menandakan permintaan long hampir hilang.
- Open interest stagnan di $2,8 miliar, menunjukkan minat leverage melemah.
- Aktivitas ETF XRP di AS merosot; AUM stagnan di $3,1 miliar dan volume harian rendah.
- Ekosistem XRP Ledger melemah — TVL jatuh ke $68 juta dan RLUSD lebih banyak beredar di Ethereum.
- Persaingan makin ketat dari BNB Chain dan Solana yang lebih aktif dalam ekosistem DApps.
- Prospek jangka pendek bearish karena lemahnya derivatif, on-chain, dan arus ETF.
XRP turun sekitar 4% dalam dua hari terakhir setelah ditolak di level $2,18 pada Selasa, 10 Desember 2025. Penurunan di bawah $2 sempat memicu gejolak di pasar derivatif karena biaya untuk menahan posisi short ber-leverage melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan.
Para trader khawatir pelemahan bisa berlanjut di tengah menurunnya aktivitas exchange-traded fund (ETF) dan berkurangnya setoran ke XRP Ledger.
Tingkat pendanaan (funding rate) untuk perpetual futures XRP anjlok ke -20% pada Kamis — level terendah sejak crash 10 Oktober. Funding rate negatif menandakan bahwa pelaku short harus membayar long untuk mempertahankan posisi, sebuah sinyal bahwa permintaan dari trader bullish hampir menghilang sepenuhnya.
Dalam kondisi normal, funding berkisar antara 6% hingga 12%, mencerminkan biaya modal yang umumnya ditanggung oleh long.
Funding rate negatif sedalam ini tergolong langka dan biasanya hanya berlangsung sebentar. Beberapa analis menganggap fenomena ini sebagai sinyal potensi pembalikan tren, meski historinya lebih banyak muncul saat flash crash, bukan selama fase korektif berkepanjangan.

Bersamaan dengan itu, meredanya minat leverage juga memunculkan pertanyaan: apakah trader benar-benar sedang menjauh dari XRP?
Open interest agregat futures XRP tercatat $2,8 miliar pada Kamis, stagnan dibanding pekan sebelumnya. Namun, posisi ber-leverage belum kembali ke level $3,2 miliar seperti akhir November. Data ini menunjukkan bahwa pelaku short tampak enggan meningkatkan eksposur, terutama setelah XRP sudah turun 45% sejak mencapai puncaknya di $3,66 pada Juli.
BACA JUGA: Do Kwon Dipenjara 15 Tahun, Dinilai Melakukan Penipuan Serius
Aktivitas ETF Melemah & TVL XRP Ledger Turun
Minat bullish juga tertekan oleh penurunan aktivitas ETF XRP yang tercatat di AS. Awal November sempat diwarnai ekspektasi kuat dari trader, tetapi aliran dana dan volume perdagangan merosot tajam hanya dalam tiga minggu. Total aset yang dikelola (AUM) kini mandek di $3,1 miliar, menurut CoinShares — lebih kecil dibanding ETF Solana yang mencapai $3,3 miliar.
Volume harian ETF XRP di AS jarang melewati $30 juta, membuat minat institusi nyaris padam. Di sisi lain, turunnya permintaan terhadap XRP Ledger juga memperburuk sentimen.
Bahkan stablecoin Ripple USD (RLUSD) yang dibuat Ripple justru lebih banyak beredar di jaringan Ethereum ketimbang di XRP Ledger.
Lebih dari $1 miliar RLUSD diterbitkan di Ethereum, sementara hanya $235 juta di XRP Ledger. Lebih mengkhawatirkan lagi, total value locked (TVL) XRP Ledger merosot ke level terendah tahun 2025 di $68 juta, menandakan melemahnya penggunaan DApp di ekosistem tersebut.
Sebagai perbandingan, Stellar memiliki $176 juta TVL meskipun kapitalisasi pasarnya jauh lebih kecil dari XRP yang bernilai $121,8 miliar.
Tekanan dari BNB Chain & Solana
XRP masih berada dalam tekanan karena blockchain pesaing seperti BNB Chain dan Solana terus memperkuat posisi mereka di ekosistem DApps.
Rendahnya aktivitas di XRP Ledger menciptakan lingkaran negatif—minim aktivitas membuat insentif untuk memegang XRP menjadi kecil, terutama karena XRP tidak menawarkan keuntungan staking sebagaimana BNB atau SOL.
Hingga kini, tidak ada bukti kuat bahwa peningkatan aktivitas di XRP Ledger akan langsung meningkatkan nilai bagi pemegang XRP.
Sinyal dari pasar derivatif menunjukkan kepercayaan bearish yang semakin besar, sementara data on-chain dan arus ETF mengindikasikan turunnya minat — terutama dari investor institusional. Dengan kondisi ini, peluang XRP membangun momentum bullish yang kuat tampak kecil dalam waktu dekat.
Strategic Opportunity: Portalkripto Is Open for Full Acquisition
Portalkripto.com, an established crypto media platform in Indonesia,
is currently seeking a new owner. The company is offering
100% ownership transfer as part of a full acquisition opportunity.
This opportunity is ideal for media groups, Web3 companies, investors,
or strategic partners looking to expand their presence in the
Indonesian crypto and digital asset ecosystem.
Contact for Acquisition Details
Serious inquiries only. All discussions will be handled confidentially.


