Harga Solana Turun Setelah Ditolak di Level $147, Investor Mulai Lebih Waspada

Share :

📌 Ringkasan:

  • SOL turun 3% setelah kembali gagal menembus level $147 di perdagangan 4 Desember 2025, dipicu melemahnya data tenaga kerja dan sentimen konsumen AS.
  • TVL Solana anjlok menjadi $10,8 miliar; aktivitas DEX turun 40%, sementara beberapa proyek besar mengalami penurunan deposit lebih dari 20%.
  • Sentimen makin negatif akibat tingginya angka PHK AS, pengetatan kredit konsumen, serta minimnya inflow ke produk ETP Solana.
  • Peluang rebound ada jika stimulus ekonomi mulai digulirkan, yang berpotensi memicu reli altcoin dan mendorong SOL kembali ke jalur menuju $200.

 

Token native Solana, SOL, anjlok sekitar 3% dalam 24 jam terakhir setelah kembali gagal menembus level $147 di perdagangan 4 Desember 2025 . Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor setelah rilis data pasar tenaga kerja AS yang lemah dan merosotnya sentimen konsumen.

Kekhawatiran pasar meningkat bahwa perjalanan SOL menuju $200 akan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan, terutama setelah gelombang likuidasi leverage trader pada Oktober dan November 2025, serta aktivitas jaringan Solana yang terus melemah.

TVL Turun dan Aktivitas DEX Merosot Tajam

Data DefiLlama menunjukkan Total Value Locked (TVL) Solana turun menjadi $10,8 miliar, dari sebelumnya $13,3 miliar dua bulan lalu. Sejumlah proyek utama ekosistem Solana—seperti Kamino, Jupiter, Jito, dan Drift—mengalami penurunan setoran lebih dari 20%.

Aktivitas trading di DEX Solana juga terkontraksi signifikan. Volume perdagangan 7 hari per 30 November hanya mencapai $19,2 miliar, turun 40% dibandingkan periode empat minggu sebelumnya.

Total Value Locked on Solana vs DEX volumes, USD. Source: DefiLlama

Meski begitu, Solana tetap menjadi jaringan terbesar kedua berdasarkan TVL. Ethereum masih dominan dengan $73,2 miliar TVL, didukung pertumbuhan Base, Arbitrum, dan Polygon, serta peningkatan kapasitas melalui upgrade Fusaka, yang membuat migrasi dana ke jaringan lain—termasuk Solana—menjadi kurang menarik.

Sementara itu, blockchain baru Monad mencatat volume DEX $1,2 miliar hanya dalam minggu pertamanya, mencerminkan munculnya kompetisi baru di pasar layer-1.

Tekanan dari Data PHK dan Kredit Konsumen AS

Sentimen negatif SOL juga dipengaruhi laporan dari Challenger, Gray & Christmas, yang mencatat 71.321 PHK korporat pada November—angka yang hanya dua kali terjadi sejak krisis 2008.

BACA JUGA: Level Kunci & Risiko: Analisa Harga Bitcoin di Bulan Desember 2025

Di sektor kredit konsumen, beberapa Jaksa Agung di AS meminta klarifikasi dari penyedia layanan Buy Now, Pay Later (BNPL) terkait kemampuan konsumen untuk membayar kembali pinjaman mereka.

Survey PayPal menunjukkan 50% pembeli berencana mengambil pinjaman pribadi untuk musim liburan, menambah kekhawatiran tentang pengetatan kredit.

Minim Minat Leverage dan Kompetisi ETF Baru

Permintaan leverage bullish di futures SOL tetap rendah. Tingkat pendanaan tahunan hanya 4%, di bawah level netral 6%.

Laporan CoinShares 1 Desember mencatat bahwa produk ETP Bitcoin, Ethereum, dan XRP justru menarik aliran dana hingga $1,06 miliar, sementara ETP Solana hampir tidak mendapat inflow.

Kompetisi semakin ketat setelah ETF spot XRP, Litecoin, dan Dogecoin mendapatkan persetujuan di AS. Beberapa jaringan pesaing Solana diprediksi menyusul dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, emiten publik juga tampak enggan menambah cadangan SOL mereka. Forward Industries (FWDI US), misalnya, memegang 6,91 juta SOL yang saat ini diperdagangkan di bawah harga modal awal—membuat penerbitan saham baru berpotensi merugikan pemegang saham lama.

Ada Peluang Rebound

Pemulihan SOL menuju $200 sangat bergantung pada meredanya tekanan makroekonomi. Namun beberapa analis memperingatkan bahwa bearish sentiment dapat berbalik cepat jika pemerintah meluncurkan paket stimulus.

Kondisi tersebut dapat memicu reli altcoin yang lebih luas dan memberi angin segar bagi Solana.