Harga Bitcoin Kembali Anjlok, Apa Penyebabnya?

Harga Bitcoin Kembali Anjlok, Apa Penyebabnya?
Share :

 


 

Mengapa Harga Bitcoin Turun Hari Ini?

Pada pembukaan pasar di bulan Desember 2025, Bitcoin merespons dengan penurunan harga yang cukup drastis. Sebelumnya, pasar sempat optimis saat harga BTC bertahan di level $91.000 pada akhir November.

Saat ini Bitcoin diperdagangkan di sekitar $86.900, turun sekitar 4% dari level sebelumnya. Penurunan ini menjadi sinyal kejenuhan pasar sekaligus indikasi kepanikan.

Tekanan jual melonjak dengan volume yang sangat besar, menandakan kemungkinan likuidasi paksa, market order berukuran besar, atau aksi stop-hunting agresif. Ini bukan retracement biasa, tetapi lebih mirip “lantai yang tiba-tiba ambles,” yang membuat struktur pasar jangka pendek berubah menjadi rapuh.

BERITA TERUPDATE: Pemicu Harga Bitcoin Anjlok: Lonjakan Volume Jual Mendadak

Sekitar $139 juta posisi long BTC dilikuidasi dalam waktu singkat, menghapus beberapa hari kenaikan bertahap dan menjadikan setup pasar jauh lebih defensif.

Harga Bitcoin juga menembus beberapa level support intraday tanpa jeda, menunjukkan likuiditas yang tipis dan reaksi pasar yang sangat agresif. Untuk pulih, BTC perlu membangun ulang support dari bawah.

BACA JUGA: Pasar Kripto akan Kembali Pulih Jika Bitcoin Bertahan di Level $90 Ribu

Faktor Tambahan yang Menekan Harga Bitcoin

1. Insiden Keamanan DeFi (Dampak Bearish)

Yearn Finance mengalami exploit pada pool yETH yang menyebabkan kehilangan sekitar 1.000 ETH ($3 juta). Insiden ini memicu kekhawatiran terkait keamanan institusional dalam ekosistem DeFi.

Dengan total value locked (TVL) DeFi sekitar $110 miliar, rasa takut sistemik meningkat. ETH turun 5% dalam 24 jam, menyeret BTC karena korelasi pasar meningkat ketika risiko memanas.

2. Kekhawatiran Likuidasi MicroStrategy (Dampak Bearish)

CEO MicroStrategy, Phong Le, mengungkapkan bahwa perusahaan mungkin menjual sebagian BTC bila harga saham MSTR turun di bawah 1x mNAV untuk mendanai dividen.

MicroStrategy memegang 649.870 BTC (~$56,7 miliar). Potensi penjualan besar seperti ini menakuti pasar karena dapat membanjiri likuiditas.

Level penting: bila rasio mNAV turun di bawah 0,9, penjualan bisa terpicu.

3. Penolakan di Resistensi Teknis (Dampak Bearish)

Bitcoin gagal menembus level Fibonacci penting di $90.954 dan jatuh di bawah EMA 20-hari di $89.940. RSI-14 di angka 39,57 menunjukkan momentum bearish.

BTC/USDT 4h via Tradingview

Penolakan ini memicu serangkaian stop-loss dan melikuidasi $16,2 juta posisi long. Volume spot turun 32,67% dibanding derivatif, menunjukkan melemahnya keyakinan buyer.


Strategic Opportunity: Portalkripto Is Open for Full Acquisition

Portalkripto.com, an established crypto media platform in Indonesia,
is currently seeking a new owner. The company is offering
100% ownership transfer as part of a full acquisition opportunity.

This opportunity is ideal for media groups, Web3 companies, investors,
or strategic partners looking to expand their presence in the
Indonesian crypto and digital asset ecosystem.

Contact for Acquisition Details

Serious inquiries only. All discussions will be handled confidentially.