Vitalik Buterin Sumbang Rp 12,7 Milyar untuk 2 Platform Pesan Privat

Vitalik buterin
Share :

 

Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, menyumbangkan sekitar $765.000 atau setara Rp 12,7 miliar dalam bentuk ETH kepada dua aplikasi pesan privat: Session dan SimpleX. Kedua aplikasi ini  berusaha menyaingi platform besar seperti Signal dan Telegram.

Buterin semakin vokal mendukung solusi privasi di dunia kripto, terutama di tengah meningkatnya kebijakan global yang memicu kekhawatiran akan negara pengawasan (surveillance state) dan mengganggu mereka yang ingin menjaga privasi digitalnya.

“Pesan terenkripsi seperti Signal sangat penting untuk menjaga privasi digital,” kata Buterin. “Dua langkah penting berikutnya adalah: (1) pembuatan akun yang permissionless dan (2) privasi metadata. Session dan SimpleX sedang mendorong inovasi ini,” tulis Buterin dalam utasnya di X, 27 November 2025.

Dua Aplikasi Penerima Donasi Vitalik

Session menggambarkan dirinya sebagai aplikasi pesan terenkripsi end-to-end dengan konsep desentralisasi dan “minim kebocoran metadata.” Token miliknya, SESH, melonjak 371% dalam sehari dengan kapitalisasi pasar $15 juta, menurut CoinGecko.

BACA JUGA: Harga Ethereum Menguat, 3 Sentimen yang Membuatnya Bullish

SimpleX menawarkan pendekatan berbeda: pengguna benar-benar mengontrol identitas, kontak, dan komunitas mereka. Tahun depan, SimpleX akan memperkenalkan sistem “voucher” yang harus dibeli pengguna dan disumbangkan kepada komunitas—misalnya komunitas Bitcoin—untuk mendanai server mereka.

Buterin: Masih Banyak Tantangan Teknis

Buterin mengakui bahwa kedua aplikasi tersebut masih jauh dari sempurna.
Ia menjelaskan bahwa:

  • Privasi metadata yang kuat membutuhkan desentralisasi
  • Desentralisasi sulit untuk diimplementasikan
  • Pengguna menginginkan dukungan multi-perangkat yang membuat sistem makin kompleks
  • Menjaga resistensi terhadap Sybil attack & DoS tanpa ketergantungan nomor telepon juga menambah tantangan

Lonjakan Minat pada Aplikasi dan Proyek Privasi

Minat terhadap aplikasi privasi dan proyek kripto yang fokus pada keamanan data meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah pemerintah mulai memperketat aturan digital.

Pemerintah Inggris, misalnya, kini mewajibkan warganya menunjukkan identitas untuk mengakses konten dewasa dan tengah mendorong skema digital ID. Sementara itu, Uni Eropa baru saja menyetujui aturan yang memungkinkan aplikasi pesan memindai konten pengguna—yang dikritik sebagai langkah menuju “Chat Control.”

Awal bulan ini, Buterin menyatakan bahwa “privasi adalah kebersihan digital” setelah terjadi peretasan yang berdampak pada sejumlah bank besar di AS. Pada Oktober, Ethereum Foundation juga meluncurkan tim privasi baru beranggotakan 28 orang untuk memperluas riset dan pengembangan terkait privasi di ekosistem Ethereum.

ARTIKEL TERBARU: Bitcoin Sentuh $90 Ribu, Namun On-chain Menunjukkan Pemulihan yang Rapuh