Ringkasan Berita
- Analis memperkirakan Bitcoin (BTC) masih bisa turun ke sekitar $104.000 sebelum pasar bull berikutnya dimulai.
- 50-week SMA di kisaran $102.500 menjadi level support teknikal utama yang telah terbukti empat kali sejak 2023.
- Tekanan jual saat ini dipicu oleh aksi ambil untung dan likuiditas besar, namun fundamental dan minat institusional tetap kuat.
- Harga BTC stabil di sekitar $108.000 setelah sempat naik ke $113.000, dengan area ini kini menjadi zona resistensi utama.
Analis pasar kripto memperkirakan Bitcoin masih berpotensi turun sekali lagi ke kisaran $104.000 sebelum pasar mengalami kembali bullish. Trend ini sudah pernah terjadi, dan pergerakan Bitcoin biasanya mengikuti pola historis pergerakan harga sebelumnya.
Menurut data TradingView, indikator teknikal utama Bitcoin, yaitu rata-rata pergerakan sederhana 50-mingguan (50-week SMA), saat ini berada di sekitar $102.500, yang telah menjadi area support kuat sebanyak empat kali sejak tren bullish dimulai pada pertengahan 2023.

Analis kripto bernama Sykodelic mengatakan masih ada leverage besar dan kluster likuiditas signifikan di sekitar $104.000, yang berpotensi menjadi target koreksi terakhir.
“Saya tahu ini bukan kabar yang ingin didengar oleh para holder, tapi kemungkinan besar harga akan menguji area itu,” katanya. “Pasar biasanya terasa paling buruk tepat sebelum berbalik arah.”

Ia menambahkan bahwa dua kali terakhir Bitcoin menyentuh indikator ini terjadi pada April 2025 (jatuh ke $74.000) dan Agustus 2024 (turun ke $49.000) — keduanya diikuti oleh pembalikan harga besar.
BACA JUGA: Harga Emas Anjlok Setelah Terjadi Aksi Jual Besar, Ada Korelasinya dengan Bitcoin?
Fase Akhir Koreksi
Analis lain, Negentropic, juga sependapat bahwa pasar sedang berada di fase akhir koreksi: “Kita melihat pengulangan fase akhir koreksi seperti September lalu, hanya saja aksi ambil untung kali ini tidak terlalu intens.”
Menurutnya, setup saat ini membuka peluang koreksi hingga $102.000 sebelum berbalik ke tren naik yang lebih besar.
Direktur LVRG Research, Nick Ruck, menambahkan bahwa meskipun ada tekanan jual jangka pendek akibat ambil untung dan ketidakpastian makroekonomi, fundamental Bitcoin dan minat institusional tetap kuat, yang menjadi dasar potensi kelanjutan pasar bull.
Sementara itu, analis Daan Crypto Trades menyoroti bahwa rata-rata pergerakan eksponensial 200-harian (200-day EMA) masih menjadi area support penting sepanjang siklus ini. “Harga memang sempat berfluktuasi di sekitar area itu, tetapi tidak pernah kehilangan tren lebih dari satu bulan,” ujarnya.
Bitcoin Hadapi Resistensi
Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin relatif stabil di sekitar $108.000, yang kini berfungsi sebagai zona support yang berubah menjadi resistensi. Harga sempat naik ke $113.000 pada Selasa, namun kembali turun ke $107.000 dan kini mulai berkonsolidasi di sekitar area resistensi tersebut.


