Ringkasan Berita
- Hanya 55% investor kripto baru memulai dengan Bitcoin, 10% tidak pernah membeli BTC.
- 37% responden pertama kali masuk lewat altcoin karena harga murah & komunitas kuat.
- Harga BTC yang tinggi memicu investor mencari alternatif seperti DeFi dan memecoin.
- Meski dominasi menurun, Bitcoin tetap jadi tolok ukur utama layaknya emas di finansial tradisional.
Sebuah survei terbaru dari agregator data CoinGecko mengungkap bahwa hanya 55% pemilik kripto baru yang memulai portofolionya dengan Bitcoin. Bahkan, 10% responden mengaku belum pernah membeli Bitcoin sama sekali. Temuan ini dipandang sebagai tanda bahwa pasar kripto semakin matang.
“Bitcoin kini semakin jarang menjadi pintu masuk utama, karena narasi baru dan komunitas altcoin mulai berkembang,” ujar Yuqian Lim, analis riset CoinGecko.

Altcoin Jadi Pintu Masuk Baru
General Manager Kraken, Jonathon Miller, mengatakan banyak investor kini masuk lewat sektor lain seperti DeFi atau memecoin. Menurutnya, hal ini menunjukkan ekosistem kripto sudah semakin dewasa.
BACA JUGA: Sentimen Negatif Menggelayuti Trader Kripto, Bagaimana Komentar Analis?
Meski begitu, ia menilai kondisi geopolitik global dan reputasi Bitcoin sebagai “uang paling solid” akan tetap membuat investor akhirnya kembali melirik BTC.
Sementara itu, CEO Kronos Research, Hank Huang, menambahkan bahwa altcoin menarik minat investor baru karena harga unit yang lebih murah dan rasa komunitas yang lebih kuat. Survei CoinGecko sendiri menemukan 37% responden pertama kali masuk lewat altcoin, bukan Bitcoin.
Faktor Psikologis Investor
Tom Bruni dari Stocktwits menilai sebagian investor menghindari Bitcoin karena harganya yang sudah menembus $100.000–$124.000 di 2025, sehingga muncul kesan sudah “ketinggalan kereta.” Alhasil, banyak yang mencari alternatif kripto yang dianggap lebih murah, termasuk altcoin dan memecoin.
Namun, Bruni menegaskan bahwa meski dominasi Bitcoin bisa berkurang, aset ini tetap menjadi “jangkar” dalam banyak portofolio karena kinerjanya yang konsisten. Jika pasar melemah, investor kemungkinan besar akan kembali ke Bitcoin sebagai aset yang lebih stabil dan terinstitusionalisasi.
Bitcoin Tetap Jadi Tolok Ukur
Qin En Looi, Managing Partner Onigiri Capital, berpendapat bahwa peran Bitcoin kini sedang berevolusi. Seiring infrastruktur keuangan tradisional semakin matang—dari bank hingga manajer aset—ia percaya jumlah orang yang sama sekali tidak memiliki Bitcoin akan semakin berkurang.
“Ini bukan soal Bitcoin kehilangan relevansi, melainkan semakin banyak proyek lain yang ikut relevan. Bitcoin tetap menjadi tolok ukur utama, sama seperti emas dalam sistem keuangan tradisional,” jelasnya.


