Bitcoin Memasuki Fase Akhir Siklus Pasar, Sinyal Jual Meningkat

Bitcoin Memasuki Fase Akhir Siklus Pasar, Sinyal Jual Meningkat
Share :

Ringkasan:

Data on-chain, arus modal, dan sentimen pasar

  • 1
    Fase akhir siklus pasar
    Glassnode menilai BTC memasuki fase akhir historis, mirip dengan pola siklus 2015–2018 dan 2018–2022.
  • 2
    Arus modal melemah
    Permintaan menurun meski harga sempat cetak ATH di $124.400; open interest altcoin sempat sentuh rekor $60 miliar sebelum turun $2,5 miliar.
  • 3
    Koreksi masih wajar
    Kerugian realisasi moderat di kisaran $112 juta per hari, masih dalam batas normal koreksi historis.
  • 4
    Akumulasi berlanjut
    Whales dan pemegang baru menambah lebih dari 129.000 BTC, sementara saldo bursa turun 31.000 BTC, mengurangi tekanan jual jangka pendek.

Harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran $112.789 dan naik sekitar 1% dalam 24 jam terakhir. Namun, bila ditilik dalam perdagangan sepekan terakhir, BTC melemah sejak kenaikan di kisaran $117 ribu di pekan lalu.

Lantas, bagaimana pergerakan Bitcoin selanjutnya? Platform analitik Glassnode menyebut aset kripto terbesar ini telah masuk ke “fase akhir historis” dalam siklus pasar. Indikator arus modal dan profit-taking menunjukkan pola yang serupa dengan siklus sebelumnya.

Sinyal Jual Menguat

Data Glassnode mencatat bahwa fase saat ini mirip dengan periode 2015–2018 dan 2018–2022, di mana harga mencapai rekor tertinggi (ATH) sekitar dua hingga tiga bulan setelah fase yang sedang dialami BTC saat ini.

Bitcoin juga sudah 273 hari berturut-turut berada di atas jalur keuntungan +1 deviasi standar, mendekati rekor 335 hari pada siklus 2015–2018. Sementara itu, pemegang jangka panjang (LTH) telah merealisasikan keuntungan lebih besar dibanding hampir semua siklus sebelumnya, memberi sinyal meningkatnya tekanan jual.

Sumber: Glassnode

“Arus modal masuk ke Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda melemah, dengan permintaan yang menurun meskipun harga sempat mencetak rekor tertinggi baru di $124.400. Pelemahan minat ini bertepatan dengan lonjakan aktivitas spekulatif, di mana open interest pada altcoin utama sempat menyentuh rekor $60 miliar sebelum terkoreksi turun sebesar $2,5 miliar,” tulis Glassnode dalam laporannya.

Meski demikian, Bitcoin turun hampir 9% sejak menyentuh $124.000. Pertumbuhan kapitalisasi realisasi BTC hanya naik 6% per bulan belakangan ini, jauh di bawah lonjakan 13% saat menembus $100.000 pada akhir 2024. Volume profit-taking pun melemah dibandingkan lonjakan besar di level $70.000, $100.000, dan $122.000.

BACA JUGA: Bitcoin Tertahan di Batas Krusial Menjelang Pekan Penuh Data The Fed

Koreksi Bitcoin Masih Dalam Batas Normal

Namun, kerugian realisasi tetap moderat di kisaran $112 juta per hari, masih dalam batas normal koreksi.

Di sisi permintaan, data CryptoQuant menunjukkan sinyal positif. Pemegang baru (dompet berusia <1 bulan) menambah 73.702 BTC sepanjang September, sementara pemegang jangka pendek (STH) mengakumulasi 159.098 BTC. Dinamika ini menyerap distribusi dari LTH, pola yang kerap muncul di pasar bullish.

Namun, analis Santiment mengingatkan agar tidak terlalu berharap rebound cepat. Aktivitas ritel yang agresif membeli saat harga turun justru sering mendahului penurunan lanjutan. Sentimen pasar juga cenderung negatif setelah BTC turun di bawah $114.000, meski level ketakutan belum mencapai fase kapitulasi.

Sumber: Santiment

Di sisi lain, whales terus menambah kepemilikan. Dompet berisi 10–10.000 BTC telah mengumpulkan lebih dari 56.000 BTC sejak akhir Agustus, dan saldo di bursa berkurang lebih dari 31.000 BTC dalam sebulan terakhir, mengurangi tekanan jual jangka pendek.