Ringkasan Berita
- Bitcoin naik lebih dari 6% sepanjang September, menepis pola musiman yang biasanya bearish.
- Harga BTC sempat menyentuh area suplai utama di $115.600–$117.300 dan terkoreksi ke bawah $114.500.
- Zona $111.000–$113.000 menjadi level teknikal penting; bertahan di atasnya bisa memicu breakout baru.
- Akumulasi besar oleh investor baru di zona $110.000–$113.000 memperkuat support dan prospek tren naik.
Harga Bitcoin (BTC) masih bercokol di tren positif di bulan ini. Sepanjang September ini BTC masih membukukan keuntungan di atas 6%. Pencapaian ini menepis pola yang menyebut September selalu menjadi bulan yang buruk bagi Bitcoin.
Bitcoin mencapai reli mingguan yang kuat, dengan menyentuh area suplai utama di kisaran $115.600–$117.300. Penutupan harga harian di atas $117.300 berpotensi membuka jalan menuju rekor tertinggi baru.
Namun, menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan ini, Bitcoin mengalam sedikit koreksi sejak Senin, 15 September 2025 dan sempat turun di bawah $114.500.
Sejumlah analis menilai penurunan ini justru bisa menjadi peluang beli yang menarik. Ditambah, pada rapat FOMC nanti diperkirakan akan membahas pemangkasan suku bunga, yang secara teori baik bagi pergerakan aset berisiko seperti Bitcoin.
Sementara itu, secara teknikal, zona penting untuk uji ulang (retest) berada di $111.000–$113.000, mirip dengan struktur harga pada kuartal II lalu.

Pada Juni, BTC sempat bangkit dari bawah $100.000 menuju $109.000 lalu konsolidasi di bawah $110.000, sebelum akhirnya menembus $120.000 pada Juli setelah menyerap likuiditas di sekitar $105.000.
BACA JUGA: Bitcoin Menutup Agustus dengan Hasil Negatif, Ini Analisa di September
Pola yang serupa kini mulai terlihat lagi. Untuk mempertahankan tren naik, Bitcoin harus mampu bertahan di atas $111.000–$113.000. Jika harga menembus ke bawah level ini, momentum bullish akan melemah, sedangkan bertahan di atasnya bisa mengonfirmasi peluang breakout baru secara struktural.
Indikator Relative Strength Index (RSI) juga mendukung pandangan ini. RSI telah kembali ke atas level 50 dan kini mengujinya sebagai support — pola yang sebelumnya memicu momentum beli baru pada Juni.
Analis kripto ShayanBTC mengatakan, perilaku para penambang juga memperkuat pandangan positif ini. “Kombinasi perubahan struktur teknikal dan akumulasi penambang memberi prospek konstruktif. Selama $112.000 bertahan, Bitcoin punya peluang bagus mempertahankan momentumnya,” ujarnya dalam unggahan di X.

Akumulasi Besar di Zona $110.000–$113.000 Perkuat Support
Salah satu alasan zona $113.000 bisa menjadi support teknikal kuat adalah data URPD (UTXO Realized Price Distribution), yang memetakan distribusi harga beli BTC di jaringan.
Data terbaru menunjukkan 5,5% pasokan BTC berpindah tangan di $110.000–$113.000 dalam beberapa pekan terakhir, menjadikannya salah satu area akumulasi paling aktif.

Artinya, banyak pemegang baru menempatkan posisi mereka di level ini karena menilai harga tersebut mewakili nilai jangka panjang.
Tren ini juga diperkuat oleh data perilaku kelompok dompet (wallet cohorts). Sejak Juli 2024, dompet “shark” (100–1.000 BTC) menambah hampir 1 juta BTC, meningkatkan kepemilikan mereka menjadi 5,939 juta BTC. Kenaikan stabil ini menandakan masuknya pemain baru berskala menengah.

Sebaliknya, kelompok besar justru mulai mengurangi kepemilikan. Menurut peneliti Bitcoin Axel Adler Jr, dompet “whale” (1.000–10.000 BTC) telah menjual sekitar 324.000 BTC sejak Maret 2024, sedangkan dompet “humpback” (≥10.000 BTC) melepas sekitar 391.000 BTC. Totalnya, sekitar 715.000 BTC dilepas ke pasar sejak puncak tahun lalu.
Yang penting, pasokan besar ini berhasil diserap pasar, terutama oleh pemain baru berskala kecil-menengah. Pergeseran struktural inilah yang membuat banyak analis menilai bahwa zona $113.000 bisa menjadi salah satu “diskon terakhir” sebelum Bitcoin kembali melaju naik.


