Ringkasan Berita
- Kerugian Besar: Seorang pemilik Bitcoin kehilangan $91 juta (783 BTC) setelah tertipu penipu yang menyamar sebagai dukungan bursa dan dompet keras.
- Modus: Dana dicuri lewat serangan rekayasa sosial dan kemudian dialihkan melalui Wasabi Wallet untuk menyamarkan jejak.
- Bukan Hacker Lazarus: Peneliti blockchain ZachXBT menegaskan serangan ini bukan dilakukan kelompok peretas Korea Utara.
- Ancaman Nyata: Hanya dalam 5 bulan pertama 2025, industri kripto telah kehilangan lebih dari $2,1 miliar akibat peretasan dan phishing.
Seorang pemilik Bitcoin mengalami kerugian besar hingga $91 juta (setara 783 BTC) setelah tertipu oleh penipu yang menyamar sebagai tim dukungan bursa kripto dan penyedia dompet keras (hardware wallet). Kasus ini diungkap oleh peneliti blockchain ZachXBT pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Menurut data blockchain di btscan, pencurian terjadi pada Selasa, 19 Agustus 2025, pukul 11:06 UTC. Sehari kemudian, pelaku mulai memindahkan aset curian melalui Wasabi Wallet. Dompet Bitcoin ini berfokus pada privasi, guna menyamarkan jejak transaksi.
Serangan ini menggunakan metode rekayasa sosial (social engineering), yaitu ketika korban ditipu untuk memberikan informasi sensitif seperti private key atau kata sandi. Teknik ini marak di dunia kripto, menjerat investor berpengalaman hingga pengguna awam.
ZachXBT menegaskan, agar terhindar dari jebakan serupa, pengguna sebaiknya menganggap setiap telepon atau email sebagai potensi penipuan sejak awal.
Bukan Ulah Hacker Korea Utara
Walau tidak menyebut pelaku spesifik, ZachXBT menyatakan serangan ini bukan dilakukan oleh kelompok peretas Lazarus asal Korea Utara. Dana curian awalnya dikirim ke alamat Bitcoin baru sebelum masuk ke Wasabi Wallet.
Menariknya, insiden ini terjadi tepat setahun setelah pencurian dana kreditur Genesis senilai $243 juta.
BACA JUGA: Bitcoin Tergelincir ke Level Terendah Dua Minggu, Tekanan Jual dari AS Meningkat
Penipuan Menyamar sebagai Penyedia Dompet Kripto
Kasus serupa pernah terjadi pada April lalu, ketika penipu menyamar sebagai Ledger dengan mengirim surat palsu yang meminta “recovery phrase” pemilik dompet. Mereka mengklaim ada “pembaruan keamanan kritis” yang harus dilakukan agar dompet tidak terkunci.
Bahkan pada bulan yang sama, seorang lansia di AS kehilangan lebih dari $330 juta dalam bentuk Bitcoin akibat serangan rekayasa sosial.
Industri Kripto Masih Rawan Pencurian
Menurut laporan CertiK, sepanjang lima bulan pertama 2025 saja, lebih dari $2,1 miliar raib akibat serangan terhadap ekosistem kripto, mayoritas melalui kompromi dompet dan phishing.
Kasus terbesar terjadi Februari lalu, ketika Bybit diretas hingga $1,4 miliar, menunjukkan bahwa bahkan bursa besar dengan audit ketat pun masih rentan.



