Whale Bitcoin ini Jual 300 BTC Setelah Disimpan 12 Tahun

Whale Bitcoin ini Jual 300 BTC Setelah Disimpan 12 Tahun
Share :

📉 Ringkasan Berita

Dompet Bitcoin anonim yang menyimpan lebih dari 300 BTC sejak 2013 akhirnya dikosongkan pada 1 Agustus 2025, tepat saat harga BTC turun ke level terendah dalam tiga minggu. Aset senilai lebih dari $34,8 juta tersebut dibagi ke dua dompet baru.

Transaksi ini menjadi bagian dari tren “kebangkitan dompet tua”, menyusul aktivitas alamat lain senilai miliaran dolar.

Firma CryptoQuant memperingatkan potensi koreksi jangka panjang akibat aksi ambil untung para whales. Sementara itu, ancaman keamanan terhadap koin lama—seperti milik Satoshi Nakamoto—kian relevan dengan berkembangnya komputasi kuantum.

 

Sebuah dompet kripto yang telah menyimpan lebih dari 300 Bitcoin selama lebih dari satu dekade akhirnya dikosongkan pada Jumat, 1 Agustus 2025, hal tersebut dilakukan saat harga BTC turun ke level terendah dalam tiga minggu terakhir.

Berdasarkan data onchain Arkham Intelligence, dompet yang diawali dengan alamat “1c5Cb” ini pertama kali menerima dana melalui alamat CoinJoin pada tahun 2013, saat harga Bitcoin masih sekitar $75.

Kini, nilai Bitcoin tersebut telah melonjak lebih dari 152.000%, setara sekitar $34,8 juta, ketika BTC diperdagangkan di bawah $114.000.

Sumber (screenshoot): Arkham Intelligence.

Bukan yang Terbesar, Tapi Mengejutkan

Meski nilainya besar, transaksi ini bukan yang paling mengejutkan dalam tren kebangkitan dompet tua.

Dua pekan sebelumnya, sebuah alamat lama memindahkan Bitcoin senilai $4,7 miliar ke Galaxy Digital. Setelah transfer lanjutan, Galaxy menyatakan telah menjual 80.000 BTC senilai $9 miliar atas nama klien mereka.

Pada bulan April 2025, 50 BTC dari tahun 2010 (saat harga masih $0,10) juga diaktifkan kembali, dengan nilai pasar saat ini mencapai $5 juta.

BACA JUGA: Harga Bitcoin Kembali Turun, Akankah Kembali Sentuh Level $120 Ribu?

Potensi Koreksi Jangka Panjang

Menurut firma analitik on-chain CryptoQuant, pasar Bitcoin kemungkinan masih dalam fase koreksi jangka menengah, karena para pemegang besar (whales) mulai mengambil keuntungan. Ini adalah gelombang penjualan besar ketiga sejak pertengahan 2024.

Meskipun dompet lama ini memindahkan Bitcoin-nya, tidak ada indikasi dana masuk ke bursa. Sebaliknya, BTC tersebut dipindahkan ke dua dompet baru yang masing-masing menyimpan 106 BTC dan 200 BTC.

Transaksi awal dompet ini menggunakan CoinJoin, sebuah metode yang dirancang untuk meningkatkan privasi dengan mencampur transaksi dari banyak pengguna. Ini membuat jejak transaksi lebih sulit dilacak.

Ancaman Quantum Computing

Bitcoin yang tidak berasal dari mining seperti ini dianggap relatif lebih aman dari ancaman komputasi kuantum.

Sebaliknya, koin awal milik penambang zaman dulu, termasuk milik Satoshi Nakamoto, yang diyakini memiliki 1,1 juta BTC senilai $125 miliar, rentan terhadap potensi serangan di masa depan saat komputer kuantum semakin kuat.