📰 Ringkasan Berita
PayPal mengumumkan peluncuran fitur baru yang memungkinkan pelaku usaha di Amerika Serikat menerima pembayaran dengan lebih dari 100 jenis aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), USDT, USDC, dan XRP.
Langkah ini bertujuan untuk menyederhanakan transaksi lintas negara dan memperluas pemanfaatan stablecoin milik PayPal, PYUSD.
Dalam pengumuman resmi pada hari Senin, 28 Juni 2025, PayPal menjelaskan bahwa sistem ini akan terintegrasi langsung dengan berbagai dompet kripto populer seperti Coinbase Wallet, MetaMask, OKX, Kraken, Binance, Phantom, dan Exodus.
“Bisnis dari berbagai skala menghadapi tekanan luar biasa saat berkembang secara global, mulai dari meningkatnya biaya untuk menerima pembayaran internasional hingga integrasi yang kompleks. Hari ini, kami menghapus hambatan-hambatan tersebut dan membantu setiap bisnis dari segala ukuran untuk mencapai tujuan mereka,” ujar Presiden dan CEO PayPal Alex Chriss.
Konversi Otomatis dan Biaya Rendah
Pembayaran dalam kripto akan otomatis dikonversi menjadi PYUSD atau mata uang fiat pada saat checkout. Artinya, merchant tidak perlu khawatir terhadap volatilitas harga aset kripto.
Biaya transaksi yang dikenakan adalah 0,99%, yang diklaim PayPal 90% lebih rendah dibandingkan biaya kartu kredit tradisional seperti Visa, yang mengenakan tarif mulai dari 1,75%.
BACA JUGA: Dompet Bitcoin SpaceX Pindahkan BTC Senilai $153 Juta
Fokus pada Transaksi Global & Usaha Kecil
Fitur ini dirancang untuk membantu bisnis kecil dan menengah mengatasi tantangan transaksi internasional, yang sering kali mahal dan kompleks.
Namun, untuk saat ini, fitur tersebut hanya tersedia bagi merchant yang berbasis di Amerika Serikat, dengan pengecualian penduduk negara bagian New York.
Peningkatan Adopsi & Kompetisi Lintas Platform
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya adopsi stablecoin PYUSD, yang kapitalisasi pasarnya naik hampir 80% sejak 1 Januari 2025, dari $497 juta menjadi $894 juta, menurut data CoinGecko.
PayPal kini bersaing langsung dengan perusahaan fintech seperti Stripe dan Coinbase, yang juga mempercepat ekspansi layanan pembayaran kripto lintas negara. Stripe, misalnya, telah mendukung pembayaran stablecoin USDC di lebih dari 70 negara, dan bekerja sama dengan Coinbase untuk memperluas integrasi fiat-to-crypto.
Sementara itu, Coinbase telah lama menawarkan layanan merchant kripto melalui Coinbase Commerce, dan pada tahun 2024 merilis x402 protocol, yang memungkinkan transaksi kripto otomatis untuk API dan agen AI menggunakan stablecoin seperti USDC.
Regulasi GENIUS Act Percepat Integrasi Stablecoin
Peluncuran fitur ini didorong oleh GENIUS Act, regulasi baru di AS yang memberikan jalur hukum yang jelas bagi perusahaan seperti PayPal untuk mengintegrasikan stablecoin dalam sistem pembayaran mereka.
Bisnis kecil di berbagai sektor — seperti kuliner, ritel, pariwisata, e-commerce, hingga properti — kini mulai menerima pembayaran kripto karena kecepatan dan efisiensi biaya yang ditawarkan. []



