📈 Ringkasan Berita
- Harga Naik Signifikan: Bitcoin (BTC) melonjak menembus $119.000 pada Minggu, 27 Juli 2025, pulih dari level terendah dua minggu di sekitar $114.500.
- Faktor Pendorong: Kabar penundaan tarif dagang AS-Tiongkok turut meredakan kekhawatiran pasar global, menjadi katalis positif bagi aset kripto.
- Level Teknis Kunci: BTC berusaha menutup harian di atas SMA 10-hari. Analis menyebut level $119.500 sebagai batas penting untuk memicu reli lanjutan.
- Waspadai Koreksi: Beberapa analis memperkirakan potensi koreksi ke area $114.500–$113.600, dengan tekanan likuidasi mencapai $1,1 miliar jika BTC naik mendekati $123.000.
- Volatilitas Naik: Dealer dilaporkan short gamma, yang bisa meningkatkan fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Scroll untuk Dapatkan Analisa Lebih Lengkap…
Bitcoin (BTC) kembali naik dan menembus level $119.000 pada perdagangan Minggu, 27 Juli 2025. Peregrakan harga ini bisa menjadi menandai pemulihan kuat dari level terendah dua minggu sebelumnya.
Data TradingView menunjukkan bahwa BTC/USD kini mendekati area resistance penting, berusaha menutup harian di atas simple moving average (SMA) 10-hari, setelah sebelumnya rebound dari sekitar $114.500.

Katalis positif turut datang dari kabar bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat menunda kembali penerapan tarif dagang timbal balik, meredakan kekhawatiran pasar global.
BACA JUGA: Bitcoin Kembali Masuk Zona Distribusi, Harga Belum Menyentuh Puncak
Level Kunci dan Proyeksi Analis
Investor kripto Ted Pillows mengatakan bahwa Bitcoin perlu menembus $119.500 agar bisa melanjutkan tren naik secara signifikan.
“Kalau tidak berhasil, maka fase konsolidasi akan terus berlanjut,” tulis Ted di X. “Saya prediksi BTC bisa menembus level ini bulan depan, yang akan memulai reli berikutnya.”

Sementara itu, analis populer Rekt Capital menyoroti bahwa harga sudah menutup daily candle di atas batas bawah zona range, yang menurutnya merupakan awal kembalinya BTC ke dalam struktur harga sebelumnya.
“Jika ada penurunan kembali ke area support ini, itu bisa jadi retest untuk mengonfirmasi breakout,” ujarnya sambil membagikan grafik harian BTC/USD.

Potensi Penurunan Masih Terbuka?
Namun, tidak semua analis bersikap optimistis. Trader CrypNuevo memperingatkan bahwa ada kemungkinan harga kembali mengisi “wick” harian yang terbentuk saat penurunan ke $114.500.
Ia menyebutkan target penurunan di kisaran $114.5K–$113.6K, yang dianggap sebagai area likuidasi alami berdasarkan data order book.
“Oleh karena itu, saya menganggap klaster likuidasi di sisi bawah sebagai target alami dalam jangka menengah ($114,5 ribu – $113,6 ribu),” tulis CrypNuevo.

Tekanan Likuidasi dan Volatilitas
Menurut data dari CoinGlass, level “max pain” untuk posisi short berada di sekitar $119.650, yang berarti jika Bitcoin mendekati atau menembus level ini, tekanan likuidasi bisa meningkat tajam.
Jika BTC kembali mendekati all-time high baru di $123.000, maka potensi likuidasi posisi short bisa mencapai lebih dari $1,1 miliar.

Platform analisis Coinank juga mencatat bahwa area $119K–$120K kini menjadi zona resistensi kuat, karena padatnya kluster likuidasi.
Analis TheKingfisher menambahkan bahwa dealer saat ini dalam posisi heavily short gamma, yang bisa memicu peningkatan volatilitas jangka pendek karena upaya lindung nilai posisi mereka.
“Bersiaplah untuk fluktuasi harga yang lebih besar dalam waktu dekat. Pantau pergerakan ini dengan cermat.”



