Pasar kripto kembali meriah, setelah Bitcoin mencatat all time baru di level $123 ribu. Seiring dengan kenaikan Bitcoin, pasar kripto memanas ditandai dengan meningkatnya minat atas perdagangan aset kripto lainnya.
Salah satu altcoin yang mencuri perhatian pada euforia ini adalah BTC Bull dan BlockDAG (BDAG).
BDAG ini telah mengumpulkan dana melalui presale yang telah melampaui $338,5 juta dengan basis pengguna lebih dari 2 juta penambang mobile.
Momen ini menunjukkan bahwa membangun adopsi jangka panjang bisa lebih kuat dibanding sekadar hype.
BTC Bull Jadi Perbincangan Usai Lonjakan Harga
Token BTC Bull, yang masuk dalam kategori meme coin, melonjak drastis dan langsung memicu pembicaraan soal potensi breakout. Volume perdagangan tinggi dan aktivitas chart yang agresif membuat banyak analis berspekulasi — apakah ini awal dari rally besar, atau hanya efek sementara dari lonjakan Bitcoin?
Beberapa prediksi menyebutkan bahwa harga BTC Bull bisa naik hingga 5x lipat, meski tak sedikit yang menganggap ini hanya reaksi cepat terhadap retracement harga BTC. Meski begitu, BTC Bull kini makin dikenal di kalangan komunitas meme coin dan para pendukung token bertema Bitcoin.
Namun pertanyaannya tetap: apakah lonjakan ini berkelanjutan? Tanpa roadmap yang jelas atau ekosistem kuat, sulit memproyeksikan arah jangka panjang BTC Bull.
BlockDAG: Pendekatan Progresif dengan Miner Mobile X1
Sementara hype mendominasi token-token meme, BlockDAG justru fokus membangun produk nyata. Aplikasi X1 miner — alat penambangan berbasis mobile tap-to-mine — telah menarik lebih dari 2 juta pengguna aktif.
X1 memungkinkan siapa pun menambang koin BDAG langsung dari ponsel tanpa memerlukan perangkat keras tambahan. Ini bukan sekadar aplikasi mining biasa — desainnya memang disiapkan untuk skala besar dan adopsi massal.

Momentum ini mendukung salah satu presale terbesar tahun ini, dengan harga BDAG saat ini di $0,0016 hingga 11 Agustus. Tapi lebih dari angka, BlockDAG menunjukkan komitmen membangun utilitas nyata dalam ekosistemnya.
Jangka Pendek vs Jangka Panjang: BTC Bull vs BlockDAG
Lonjakan harga BTC Bull memang menarik minat trader jangka pendek. Aktivitas tinggi dan sentimen komunitas menambah daya tariknya. Namun, ketika euforia mereda, proyek yang tak punya fondasi kuat cenderung kehilangan momentum.
Sebaliknya, BlockDAG menawarkan narasi berbeda: angka-angka pertumbuhannya didasarkan pada penggunaan nyata dan adopsi riil. Dengan jutaan pengguna dan ratusan juta dolar dari presale, BlockDAG membuktikan bahwa membangun jaringan yang berfungsi lebih penting dibanding mengejar tren.
Kesimpulan
Tidak bisa disangkal, BTC Bull saat ini tengah jadi pusat perhatian. Grafik harga yang agresif dan percakapan soal prediksi 10x makin ramai. Namun seperti banyak pergerakan pasar sebelumnya, antusiasme cepat biasanya diikuti dengan fase koreksi.
Di sisi lain, BlockDAG menunjukkan bagaimana membangun proyek yang siap menghadapi pasar dalam jangka panjang. Dengan 2 juta pengguna aktif di aplikasi X1 dan $338,5 juta yang telah terkumpul, BlockDAG sedang menciptakan pondasi kuat untuk masa depan.
Apakah kamu akan mengejar lonjakan BTC Bull, atau ikut membangun ekosistem BlockDAG? Di dunia kripto, momentum memang penting — tapi keberlanjutan adalah kunci. [ADV]
Disclaimer: Portalkripto tidak mendukung dan tidak bertanggung jawab atas isi konten, termasuk keakuratan, kualitas, pada artikel ini. Pembaca harus melakukan pendalaman lebih lanjut sebelum mengambil tindakan terkait isi konten ini. Portalkripto tidak bertanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung, atas dampak atau kerugian yang disebabkan isi materi artikel ini.


