Takut Binance Runtuh Setelah Digugat CFTC, Investor Tarik 3.400 BTC dalam 24 Jam

Share :

Portalkripto.com — Sebanyak 3.400 BTC langsung ditarik oleh investor dari Binance dalam kurun waktu 24 jam setelah Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) AS mengugat exchange kripto itu pada 27 Maret 2023. CFTC menuding Binance melakukan pelanggaran regulasi perdagangan.

Menurut Coinglass, Binance mengalami penarikan Bitcoin terbesar jika dibandingkan dengan exchange lain. Diduga investor berbondong-bondong menarik asetnya karena khawatir Binance akan runtuh.

Sehari setelah gugatan CFTC dilayangkan ke Pengadilan Distrik Utara Illinois, jumlah saldo Bitcoin di Binance tersisa 536.122,34 BTC. Jumlah ini masih yang tertinggi di antara exchange lain.

Saldo BTC di exchange kripto 24 jam setelah CFTC mengajukan gugatan terhadap Binance. (sumber: Coinglass)

Namun, jumlah penarikan BTC di Binance kali ini tidak sebesar penarikan yang terjadi saat exchange kripto FTX bangkrut. Saat itu, Binance ikut mengalami bank run dengan kehilangan 84.000 BTC dalam waktu lima hari.

Secara keseluruhan, saldo Bitcoin dalam centralized exchange (CEX) juga terpantau terus berkurang sejak 20 Maret 2023. Sejak saat itu, tercatat 30.000 BTC sudah keluar dari CEX.

Saldo Bitcoin dalam CEX sejak 20 Maret 2023. (sumber: Coinglass)

BNB dan BUSD Terseret

Gugatan CFTC juga berimbas pada token asli Binance, BNB, yang langsung anjlok hingga 6,8%. Tak hanya BNB, Bitcoin juga terjun 4,5% hingga merangsak ke level $26.000.

Namun, setelah CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) mengeluarkan pernyataan sanggahan, BNB mulai perlahan kembali naik. Menurut CoinMarketCap, BNB kini diperdagangkan di harga $313,85.

Pergerakan harga BNB dala sepekan terakhir. (sumber: CoinMarketCap)

Menurut platform data on-chain CryptoQuant, outflow stablecoin Binance USD (BUSD) juga tinggi. BUSD senilai $500 juta tercatat keluar dari exchange 24 jam setelah CFTC menggugat Binance.

Meski demikian, outflow ini masih lebih kecil daripada outflow yang terjadi pada pertengahan Februari lalu, saat Paxos ‘diserang’ oleh New York Department of Financial Services (NYDFS) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS. Saat itu outflow BUSD dari exchange mencapai $2 miliar.

Setelah Paxos memutuskan kerja sama dengan Binance dan menghentikan penerbitan BUSD, Binance sendiri telah mengubah beberapa kebijakan. Pada 22 Maret lalu, Binance memindahkan kebijakan zero-fee trading dari trading pair BUSD ke trading pair trueUSD (TUSD).

Gugatan CFTC terhadap Binance dan CZ

CFTC menyebut Binance secara diam-diam melayani warga negara AS dalam melakukan transaksi kripto sejak 2019. Binance dituding telah memfasilitasi pelanggannya untuk menggunakan virtual private network (VPN) guna mengaburkan lokasi mereka. Dengan demikian, warga AS hingga warga Cina bisa melanggar aturan dengan mengakses exchange tersebut.

Tudingan tersebut membuat Binance dinyatakan melanggar Undang-Undang Pertukaran Komoditas (Commodities Exchange Act) dan regulasi CFTC, termasuk penerapan Anti-Pencucian Uang (AML) dan Know Your Customer (KYC).

CFTC akan memaksa Binance untuk membayar ganti rugi dari keuntungan yang didapat secara ilegal dari aktivitas trading warga AS. CFTC juga ingin Binance dilarang melakukan perdagangan di AS.

CFTC juga menyebut Binance melakukan insider trading dengan 300 akun dummy, yang beberapa di antaranya dikontrol langsung oleh CZ. Aksi ini, menurut CFTC, diduga dilakukan untuk memanipulasi pasar.

CZ langsung merespons dengan merilis sebuah tulisan di blog pada 28 Maret 2023. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, Binance terus memastikan tidak ada warga AS yang aktif dalam platformnya dengan menerapkan tiga kebijakan, yakni wajib KYC, memblokir alamat IP dari AS, dan memutus transaksi dari bank AS.

Ia juga membantah klaim bahwa stafnya terlibat dalam insider trading. Pria kelahiran Cina ini menyatakan bahwa Binance memiliki aturan 90-day no-day-trading untuk para karyawan.

“(Aturan) ini untuk mencegah ada karyawan yang aktif melakukan trading. Kami juga melarang karyawan kami untuk trading di Futures,” ungkapnya.

“Saya mengawasi sendiri kebijakan ini dengan ketat dan tidak pernah berpartisipasi dalam Binance Launchpad, Earn, Margin, atau Futures. Saya tugas saya adalah membangun platform yang solid yang melayani pelanggan kami,” tambahnya.