Portalkripto.com — Bitcoin sebagai blockchain dan aset kripto telah melakukan banyak inovasi sepanjang 14 tahun keberadaannya. Namun kemunculan protokol nonfungible token (NFT) Ordinals di jaringan tersebut menjadi hal yang paling tak terduga.
Ordinals telah mengukir keunikan dalam sejarah Bitcoin. Dengan adanya inovasi ini, aktivitas jaringan meningkat bukan karena tingginya volume transaksi koin BTC, melainkan karena inskripsi.
Menurut data platform analitik Glassnode, sejak diluncurkan pada akhir Januari 2023, tercatat ada 69.000 Inskripsi Ordinals yang telah dibuat. Istilah Inskripsi di sini sama dengan mint NFT.
Ada beberapa perubahan signifikan yang terjadi, salah satunya kenaikan biaya transaksi. Ordinals juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan basis pengguna Bitcoin.
Pendiri Ordinals, Casey Rodarmor, mengatakan, protokolnya memanfaatkan upgrade Taproot dalam jaringan dan satoshi (pecahan terkecil dari Bitcoin) untuk memasukkan data ke transaksi Bitcoin.
Taproot dapat memfasilitasi transaksi yang lebih privat dan aman, sekaligus meningkatkan skalabilitas. Upgrade ini dilakukan tepat tiga hari sebelum Bitcoin mencapai all-time high pada November 2021.
Menurut laporan mingguan terbaru Glassnode berjudul ‘The Emergence of Ordinals’ yang dirilis 13 Februari 2023, Ordinals berhasil membuat angka adopsi Taproot melonjak ke titik tertinggi di 9,4%. Pemanfaatan Taproot juga naik 4,2%.

Ordinals juga berpengaruh secara signifikan pada blok Bitcoin. Ukuran blok rata-rata naik dari 1,5-2,0 megabyte menjadi 3,5 megabyte.
Pada 1 Februari 2023, blok Bitcoin terbesar di dunia dengan ukuran 3,94 megabyte berhasil ditambang oleh Luxor Technologies dari protokol Ordinals. Blok itu berisi satu NFT meme bergambar penyihir botak, berkacamata, dan berjanggut yang mempromosikan ‘magic internet JPEGs

Wallet Bitcoin Bullish
Glassnode mencatat, jumlah alamat wallet Bitcoin baru naik cukup signifikan dalam dua pekan ini. Namun pergerakannya masih menyamping yang menunjukkan peningkatan aktivitasnya masih dalam tahap awal.
Meski demikian kenaikan alamat wallet Bitcoin baru saat ini berhasil membalikkan keadaan saat terjadi peristiwa kapitulasi yang dipicu oleh kebangkrutan exchange kripto FTX.

Sementara itu, jumlah alamat wallet Bitcoin yang terisi saldo (non-zero balance) naik ke titik tertingginya sebanyak 44,06 juta alamat. Artinya, ada peningkatan penggunaan jaringan Bitcoin jangka pendek.
Diduga peningkatan aktivitas ini karena Inskripsi Ordinals yang membawa muatan data yang lebih besar dan memicu masuknya pengguna aktif baru.

Harga Bitcoin Pullback
Pasar kripto tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah sebelumnya terus melonjak sepanjang 2023. Bitcoin ambles dari $23.300 ke $21.500 sepekan kemarin.
Ada banyak faktor fundamental yang dinilai ikut berkontribusi terhadap penurunan tersebut. Belum lama ini, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS menjatuhkan denda terhadap exchange kripto Kraken karena tidak mendaftarkan layanan stakingnya.
SEC juga dilaporkan akan menggugat Paxos terkait stablecoin Binance USD (BUSD). Lembaga tersebut menganggap BUSD sebagai sekuritas yang tidak teregistrasi.
Menurut data CoinMarketCap, dalam sepekan ini Bitcoin (BTC) telah anjlok 5% dan kini diperdagangkan di harga $21.700.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


