Portalkripto.com — Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mengungkapkan, nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia pada 2022 mencapai Rp296,66 triliun. Jumlah ini turun drastis jika dibandingkan dengan nilai transaksi pada 2021.
Kemendag mencatat, transaksi aset kripto pada 2021 mencapai Rp859,4 triliun. Sementara transaksi pada 2020 sebesar Rp64,9 triliun.
Meski transaksi turun, jumlah investor kripto di Indonesia justru meningkat hingga 48,7%. Per November 2022 tercatat, Indonesia memiliki 16,55 juta investor kripto, naik dari 11,2 juta investor pada 2021.
Jumlah tersebut didominasi oleh generasi Z dalam rentang usia 18 hingga 30 tahun. Tak hanya itu, Bali menjadi provinsi dengan jumlah peminat kripto tertinggi di Indonesia, diikuti oleh Jakarta, Banten, Yogyakarta, Riau, dan Jawa Barat.
“Kondisi ini menunjukkan potensi pasar aset kripto di Indonesia masih sangat besar dan bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin pasar aset kripto di dunia,” ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dalam keterangan resmi.
Indonesia Gelar Bulan Literasi Kripto
Bulan Literasi Kripto resmi digelar di Indonesia atas inisiasi Kemendag melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang bekerja sama dengan Asosiasi Pedagangan Aset Kripto Indoesia (Aspakrindo), Kamis, 2 Februari 2023.
Acara yang digelar hingga 28 Februari 2023 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar dan tepat terkait perdagangan aset kripto di tengah masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan perdagangan pasar fisik
aset kripto bisa sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Berinvestasi dalam aset kripto mengandung risiko yang cukup tinggi. Sesuai sifatnya, nilai aset kripto sangat volatile, bisa saja mengalami peningkatan maupun penurunan nilai yang sangat drastis dalam kurun waktu yang pendek. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang baik bagi masyarakat termasuk manfaat, potensi, dan risiko dari perdagangan aset kripto. Bulan Literasi Aset Kripto Tahun 2023 ini tentunya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap perdagangan aset kripto,” jelas Mendag.
Menurutnya, Indonesia terus berusaha mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan penyesuaian berbagai aturan untuk dapat mengatur ekosistem penyelenggaraan aset kripto yang wajar dan adil serta mengutamakan perlindungan bagi masyarakat sebagai pelanggan.
Plt. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko menambahkan, dengan Bulan Literasi Aset Kripto, selain membangun pemahaman yang benar terhadap literasi aset kripto, masyarakat juga diharapkan dapat semakin berhati-hati dan selalu memastikan platform dan token terdaftar di Bappebti. Hal ini untuk menghindari tindakan penipuan yang dapat merugikan pengguna.
“Bulan Literasi Aset Kripto diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat tentang risiko, manfaat, dan potensi dari perdagangan Aset Kripto. Selain itu, dapat menciptakan awareness terkait aset kripto dan menjadi sarana untuk menjalin hubungan baik dengan para pemangku kepentingan,” ujar Didid.
Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda mengungkapkan, program Bulan Literasi Kripto menggandeng seluruh anggota Aspakrindo yang berjumlah 25 orang dan terdaftar resmi di Bappebti. Menurut Teguh, edukasi merupakan fokus utama dari perkembangan industri aset kripto.
“Bulan Literasi Kripto menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelanggan, calon pelanggan, dan masyarakat umum mengenai penyelenggaraan, mekanisme, dan kelembagaan dalam perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia,” jelasnya.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat menjangkau semakin banyak masyarakat untuk melek aset kripto adalah salah satu alternatif perdagangan komoditas,” ungkap Teguh.
Bulan Aset Kripto diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya webinar dan seminar di kampus-kampus serta masyarakat luas, fun sport, dan turnamen eSport dan lainnya. Rangkaian acara tersebut akan digelar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


