Portalkripto.com — Eks CEO FTX Sam Bankman-Fried dan pengacaranya dilaporkan sama sekali tidak merespons panggilan Senate Committee on Banking, Housing, and Urban Affairs di Kongres AS. Ia diminta memberikan kesaksian terkait hancurnya FTX dalam sidang ‘Crypto Crash: Why the FTX Bubble Burst and the Harm to Consumers’ pada Rabu, 14 Desember 2022 mendatang.
“Penasihat Sam Bankman-Fried tidak menanggapi tenggat waktu yang telah ditentukan. Kami menekankan pentingnya Bankman-Fried menunjukkan bahwa dia bersedia memberikan transparansi dan akuntabilitas kepada rakyat Amerika dengan memberikan kesaksian,” kata pemimpin komite, Senator Sherrod Brown dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kamis malam, dikutip The Block.
Jika Bankman-Fried tetap tak merespons hingga pukul 05.00 WIB, Sabtu, 10 Desember 2022, komite akan melayangkan subpoena atau panggilan yang bersifat lebih memaksa. Dengan subpoena, Bankman-Fried dihadapkan dengan hukuman penjara 12 bulan dan denda $100.000 jika tidak memenuhi panggilan karena dianggap menghina Kongres.
“Kami akan terus berupaya agar dia muncul di hadapan Kongres sebagaimana dirinci dalam surat yang dikeluarkan pada Rabu lalu,” tambahnya.
Ghosting yang dilakukan Bankman-Fried ini tak mencerminkan sikapnya yang telah muncul dalam banyak wawancara media. Sejak kebangkrutan FTX, ia secara mengejutkan hadir dalam video conference DealBook Summit yang digelar pada 30 November 2022 di New York, AS.
Ia juga hadir dalam wawancara Good Morning America pada 1 Desember 2022, Twitter Spaces bersama CEO IBC Group Mario Nawfal di hari yang sama, dan wawancara-wawancara lainnya.
Bankman-Fried mengakui bahwa seluruh wawancara yang dilakukan itu tidak mendapatkan izin dari pengacaranya. Sang pengacara justru memintanya untuk diam dan bersembunyi agar seluruh komentarnya tak menjadi bola liar.
Meski demikian, Bankman-Fried dilaporkan telah sepakat untuk memenuhi panggilan dari House Financial Services Committee dengan syarat komite Kongres itu harus menunggu sampai ia selesai meninjau dan mempelajari apa yang sebenarnya terjadi di perusahaannya. Sidang bertajuk ‘Investigating the Collapse of FTX’ itu rencananya akan digelar pada Selasa, 13 Desember 2022.
Donasi Politik SBF Digugat
Kelompok pengawas Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (CREW) menuding donasi politik Bankman-Fried ke Partai Republik telah melanggar Undang-Undang Kampanye Pemilihan Federal.
CREW mengajukan keluhan ke Federal Election Commission (FEC) pada 8 Desember 2022 dengan membawa bukti kutipan komentar Bankman-Fried dalam wawancara dengan vlogger kripto Tiffany Fong pada 16 November yang dirilis di YouTube pada 29 November.
“Bankman-Fried mengaku dengan tenang dan lantang. Dia mengakui bahwa telah melanggar undang-undang federal yang dirancang untuk memastikan warga AS mendapatkan transparansi dalam pendanaan kampanye yang sekarang harus dipertanggungjawabkan,” tulis CREW.
Sam Bankman-Fried admitted that he intentionally structured at least $37 million in donations to evade public reporting.
There's no plausible deniability. We filed a complaint.https://t.co/MpnoathWD5
— Citizens for Ethics (@CREWcrew) December 9, 2022
Dalam wawancara dengan Fong, Bankman-Fried mengklaim telah menyumbang sejumlah uang dengan nilai yang hampir sama untuk kedua belah pihak (Partai Republik dan Demokrat). Namun, Bankman-Fried dikenal sebagai donatur terbesar kedua Partai Republik sehingga diduga ada dana gelap yang digunakan untuk menyumbang.
“Semua sumbangan saya ke Partai Republik berasal dari ‘dana gelap’. Alasannya bukan karena aturan, tapi karena jika saya menyumbang ke Partai Republik, wartawan akan panik karena mereka semua sangat liberal,” ujar Bankman-Fried dalam wawancara itu.
CREW telah meminta FEC untuk menyelidiki pelanggaran tersebut, dan mengambil tindakan lebih lanjut dengan merujuk masalah tersebut ke Departemen Kehakiman untuk penuntutan pidana.


