Portalkripto.com — Perusahaan media sosial asal Jepang, Line Corp, mengumumkan telah menutup exchange kripto Bitfront, Senin, 28 November 2022. Exchange yang berbasis di Palo Alto, California, ini hanya bertahan selama dua tahun setelah diluncurkan pada 2020 lalu.
Pendaftaran pelanggan baru dan layanan penyetoran akan dihentikan pada 28 November. Sementara pada 12 Desember, Bitfront menghentikan semua setoran tambahan dan pembayaran bunga dari token aslinya, LINK (LN).
Bunga untuk dana yang disetorkan pada 5 Desember 2022 hingga 11 Desember 2022 akan dibayarkan pada 12 Desember 2022. Pelanggan diberi waktu untuk menarik dana mereka hingga 31 Maret 2023. Semua informasi klien dalam exchange akan dihapus dalam 40 hari setelahnya.
📢 BITFRONT Exchange to Close https://t.co/Wixx5LclZV
The BITFRONT termination process has already begun, and starting today it is no longer possible to register new accounts or make credit card payments. All services will be fully ended by March 2023. pic.twitter.com/GCEAxpeHK2
— LINE Blockchain (@LINEBC_Global) November 28, 2022
Setelah Bitfront ditutup sepenuhnya tahun ini, LINE menyatakan akan fokus mengembangkan blockchain LINE dan token LN. Menurut data CoinMarketCap, LN saat ini diperdagangkan di harga $24,51 atau telah turun 6,14% setelah kabar Bitfront ditutup. Kapitalisasi pasarnya mencapai $153 juta.
“Terlepas dari upaya kami untuk mengatasi tantangan dalam industri yang berkembang pesat ini, dengan menyesal kami memutuskan menutup Bitfront untuk terus mengembangkan ekosistem blockchain LINE dan ekonomi token LINK,” ujar LINE dalam keterangan resmi, dikutip CoinDesk.
Bitfront awalnya diluncurkan dengan nama Bitbox pada 2018 di Singapura. Pada 2020, exchange ini melakukan rebranding dan memindahkan kantornya ke Amerika Serikat (AS). Pada 2021, Bitfront juga telah menghentikan aktivitasnya terlebih dahulu di Korea Selatan karena masalah regulasi.
Bitfront menambah daftar panjang perusahaan kripto yang harus menyerah melawan bear market tahun ini. Pasar kripto yang telah tertekan, semakin terpuruk setelah exchange terbesar kedua di dunia, FTX, kolaps.
Pada Senin, 28 November 2022, kemarin, exchange kripto BlockFi juga telah resmi mengajukan kebangkrutan Bab 11 di pengadilan Distrik New Jersey. BlockFi menjadi perusahaan kripto terbaru yang bangkrut akibat eksposur yang cukup signifikan terhadap FTX.


