Portalkripto.com — Guncangan di pasar kripto menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan 20 negara industri yang tergabung dalam G20 di Bali, Indonesia, pekan lalu. Pasar kripto diketahui tengah berada dalam tekanan setelah exchange terbesar kedua di dunia, FTX, runtuh.
Para pemimpin negara G20 menyerukan pentingnya regulasi internasional yang mengatur Bitcoin dan industri kripto untuk segera dibuat. Regulasi ini juga dinilai bisa memitigasi risiko terganggunya stabilitas keuangan global.
Diketahui, ambruknya FTX dan Alameda Research ikut meleburkan dana investor hingga miliaran dolar AS. Jumlah yang tinggi itu dinilai tak hanya mempengaruhi pasar kripto, tetapi juga pasar tradisional secara keseluruhan.
“Sangat penting membangun kesadaran publik akan risiko (kripto) dan memperkuat regulasi, sambil menikmati manfaat inovasi,” tulis para pemimpin G20 dalam sebuah pernyataan gabungan yang diunggah di situs resmi Gedung Putih.
Bulan lalu, Financial Stability Board (FSB) mengajukan proposal yang memungkinkan perusahaan kripto untuk tunduk pada regulasi yang sama mengikatnya dengan regulasi yang mengatur lembaga keuangan tradisional. FSB merupakan lembaga yang berfungsi untuk menentukan standar keuangan global.
Menanggapi proposal tersebut, pemimpin-pemimpin negara G20 menyatakan menerimanya dengan baik demi terciptanya kerangka kerja internasional yang komprehensif terkait aktivitas aset kripto. Kerangka kerja ini dibangun berdasarkan prinsip ‘same activity, same risk, same regulation.’
“Kami ingin memastikan ekosistem aset kripto, termasuk stablecoin (yang berpasak dengan mata uang tradisional), diawasi dengan ketat dan tunduk pada regulasi dan pengawasan untuk memitigasi potensi risiko terhadap stabilitas keuangan,” tambah penyataan itu.
Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada lagi kekacauan keuangan seperti yang dialami FTX, yang memicu kehancuran dalam waktu singkat. FTX dilaporkan telah meminjamkan dana pelanggan kepada perusahaan saudarinya, Alameda Research.
Manajemen keuangan yang tidak jelas itu membuat FTX harus menanggung beban kerugian sebesar $8 miliar. FTX dan Alameda diketahui sama-sama didirikan oleh Sam Bankman-Fried.
Nahasnya, kehancuran tidak hanya dialami FTX. Bagai efek domino, sejumlah perusahaan kripto lain yang berafiliasi dengan exchange tersebut juga satu per satu mulai menangguhkan layanannya. Kapitalisasi pasar kripto bahkan ikut merosot hingga $200 miliar.
Jatuhnya FTX Jadi Peringatan
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, insiden jatuhnya FTX menunjukkan perlunya pengawasan yang efektif terhadap pasar kripto. Menurutnya, sistem perlindungan konsumen yang diterapkan oleh pasar keuangan tradisional juga sebaiknya diterapkan oleh aset kripto.
“Ini adalah peringatan, bukan hanya rintangan di ujung jalan. Sektor ini sangat besar secara finansial, tetapi memiliki regulasi yang sangat terbatas. Masalah yang sama tidak akan terjadi dalam sistem keuangan mainstream,” ujar pakar kripto dan blockchain dari Universitas Syracuse, Cristiano Bellavitis, kepada Forbes.
Ia berharap industri kripto bisa segera pulih dan kehancuran FTX. Baginya, regulasi akan sangat membantu teknologi blockchain untuk berkembang.
“Runtuhnya FTX akan mengurangi kepercayaan pada industri kripto, tetapi industri ini bersama dengan teknologi blockchain, akan tetap ada. Regulasi yang lebih jelas akan memperkuat apa yang bisa dilakukan di industri ini,” ungkapnya.


