TVL Solana Anjlok Rp10 Triliun dalam Sepekan

Share :

Portalkripto.com — Solana tampaknya menjadi jaringan yang terdampak paling parah dari kejatuhan exchange kripto FTX. Diduga FTX dan perusahaan saudarinya, Alameda Research, telah menjual token SOL dalam jumlah besar untuk bisa bertahan hidup.

Harga SOL telah turun lebih dari 60% sejak krisis FTX dimulai pada 2 November lalu. Untuk perbandingan, Bitcoin (BTC) turun 19% dan Ether (ETH) turun 20%.

Menurut data DefilLama, total value locked (TVL) di jaringan ini telah anjlok hingga $659 juta atau sekitar Rp10 triliun selama periode itu. Kini TVL Solana berada di angka $329,06 juta.

TVL Solana. (sumber: DefilLama).

Padahal aplikasi decentralized finance (DeFi) Solana telah berhasil menyentuh TVL hingga $10 miliar pada November tahun lalu.

Platform peminjaman kripto Solend menjadi platform DeFi paling terdampak. TVL-nya yang mencapai $280 juta pada 2 November, kini tersisa kurang dari $30 juta.

Sementara, decentralized exchange (DEX) Raydium dan Orca di Solana bergeser menjadi platform dengan TVL terbesar. Masing-masing memiliki TVL $51 juta dan $47 juta.

Pengaruh Solana

Reuters melaporkan, banyak investor dan pengembang aplikasi yang mempertimbangkan untuk meninggalkan blockchain Solana. Jumlah koin SOL yang ada di sejumlah aplikasi DeFi di Solana merosot dari 68,2 juta pada Juni menjadi 24,74 juta saat ini.

Solana ikut terjatuh saat FTX ambruk karena pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, merupakan salah satu investor awal Solana. Ia juga cukup rajin mempromosikan SOL di media sosial.

Di Twitter, pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, mengatakan Solana Labs tidak memegang aset apapun di FTX. Menurutnya, Solana memiliki neraca keuangan yang kuat untuk sekitar 30 bulan ke depan.

Namun, pada Senin lalu, Solana Foundation mengungkapkan memiliki token Serum (SRM) senilai $135 juta dan token FTT senilai $3,4 juta yang terkunci di FTX.

Kepala ekonom protokol terdesentralisasi perusahaan software ConsenSys, Lex Sokolin, mengatakan kebangkrutan FTX tak hanya merusak secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan krisis kepercayaan.

Ia mengaku khawatir orang-orang akan berhenti menganggap kripto sebagai sebuah legitimasi dalam ekonomi. Ketidakpercayaan investor, katanya, bisa dipengaruhi oleh Solana.

“Saya khawatir kurangnya kepercayaan terhadap ekosistem Solana akan membuat banyak orang kehilangan kepercayaan terhadap model (ekonomi) ini,” ungkapnya.

Jaringan Solana selama ini dijuluki ‘Ethereum Killer’ karena biaya transaksinya yang rendah, proses transaksinya yang cepat, dan skalabilitasnya yang tinggi. Belum lagi mengalahkan Ethereum, Solana sudah kehilangan 55% kapitalisasi pasarnya sejak 2 November, dari $11,6 miliar menjadi $5,2 miliar.