Bitcoin Sudah 465 Kali Dinyatakan Mati, Terakhir Saat FTX Bangkrut

Share :

Portalkripto.com — Penulis populer asal India, Chetan Bhagat, menulis sebuah kolom yang menyatakan Bitcoin telah mati. Opini anti-kripto Bhagat ini disampaikan sesaat setelah exchange kripto FTX kolaps.

“Kripto tidak pernah bangkit. Sudah selesai. Jangan buang uang Anda untuk kripto. Kripto bukan investasi. Menjauhlah dari Bitcoin,” ujarnya, dikutip BeinCrypto.

Menurut Bhagat, kripto bagaikan komunisme yang menjanjikan desentralisasi tetapi justru mengarah pada kekuasaan segelintir orang.

Komentarnya merupakan komentar terakhir dari banyaknya komentar yang menyatakan Bitcoin telah mati. Menurut situs 99Bitcoins, Bitcoin telah dinyatakan mati sebanyak 465 kali dari awal muncul hingga 9 November 2022.

Situs itu mencatat, yang pertama menyatakan Bitcoin telah mati adalah The Underground Economist pada 15 Desember 2010. Dalam sebuah artikel berjudul ‘Why Bitcoin can’t be a currency’, media itu menyatakan Bitcoin akan mati dengan cepat, bahkan lebih cepat dari kedipan mata.

Artikel tersebut saat ini sudah dihapus. Ketika itu, Bitcoin baru berusia satu tahun dan diperdagangkan di harga $0,23.

Pernyataan-penyataan serupa akan muncul lebih banyak saat pasar kripto sedang mengalami penurunan. Pada bear market 2018, ada 93 orang yang menyatakan Bitcoin telah mati.

Sementara pada 2017, sebanyak 124 artikel menyebut Bitcoin telah mencapai akhir kejayaannya. Saat itu, exchange kripto dan Initial Coin Offering (ICO) resmi dilarang di Cina.

Diperkirakan deklarasi kematian Bitcoin akan terus bermunculan setelah mantan exchange kripto terbesar kedua, FTX, hancur. Deklarasi semacam ini biasanya ramai bergema saat pasar kripto sedang goyah.

Beberapa anggota komunitas kripto percaya ‘kematian’ Bitcoin ini menjadi sinyal bahwa harga BTC telah mencapai bottom. Fear, uncertainty, and doubt (FUD) akan selalu ramai di akhir bear market.