Portalkripto.com — Ekosistem mata uang kripto mengalami gejolak dalam dua pekan terakhir. Runtuhnya exchange FTX membuat para investor kehilangan kepercayaan dan menariknya asetnya secara masif.
Dalam cuitannya sepekan lalu, CEO Binance Changpeng Zhao, memperingatkan runtuhnya FTX akan berdampak pada industri kripto dan menyeret exchange lain ke dalam pusaran kebangrutan. Prediksinya mulai menjadi kenyataan.
Di tengah penyelidikan terhadap FTX, platform pinjaman kripto BlockFi disebut-sebut di ambang kebangkrutan. Hal itu disampaikan oleh media ternama Wall Street Journal pada Selasa, 15 November 2022.
“Pemberi pinjaman Cryptocurrency BlockFi Inc sedang mempersiapkan proposal pengajuan kebangkrutan setelah menghentikan penarikan simpanan pelanggan dan mengakui terdampak signifikan dari runtuhnya FTX,” tulis WSJ.
Menurut WSJ, imbas dari FTX yang mengajukan pailit sangat dirasakan oleh BlockFi. Perusahaan yang berbasis di New Jersey ini berencana memberhentikan sejumlah karyawannya karena bersiap untuk mengajukan perlindungan kepailitan Bab 11.
Pada Juni lalu, BlockFi mendapatkan bantuan kredit atau bailout senilai $250 juta dari FTX.
Bantuan tersebut adalah kredit bergulir yang memungkinkan debitur untuk menarik uang, menggunakannya untuk mendanai bisnis, membayarnya kembali, dan kemudian menariknya kembali saat membutuhkannya.
CEO BlockFi, Zac Prince, mengatakan aliran modal baru akan meningkatkan neraca perusahaan dan memperkuat platform. Sementara CEO FTX Sam Bankman-Fried, sebelum mengundurkan diri pekan lalu, menyatakan bahwa pemberian kredit ini menjadi langkah pertama menuju kolaborasi yang lebih besar dengan BlockFi.
Namun situasinya sekarang jauh berbeda. Setelah FTX mengajukan pailit, dana bantuan untuk BlockFi pun terhenti.


