Portalkripto.com — Perusahaan trading milik Sam Bankman-Fried (SBF), Alameda Research, telah memindahkan token Serum, FTX, dan Uniswap senilai $2,7 juta atau sekitar Rp41,9 miliar ke wallet baru dalam 24 jam terakhir.
Menurut data on-chain Etherscan, aset Alameda di dalam wallet itu ternyata mencapai $89 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.

Transaksi tersebut merupakan transaksi teranyar yang dilakukan Alameda Research setelah SBF mengajukan dokumen kebangkrutan Bab 11 UU Kepailitan AS pada 11 November 2022 lalu. Selain Alameda, perusahaan yang dinyatakan bangkrut termasuk FTX.com dan West Realm Shires (perusahaan induk FTX US).
Pada Sabtu, 12 November 2022, Alameda juga dilaporkan telah memindahkan kripto senilai $37 juta. Kripto itu terdiri dari token BitDAO (BIT) senilai $31 juta, token SushiBar senilai $5 juta, dan token Render senilai $1 juta.
Alameda kemudian mengirim Tether senilai $32 juta dan BIT senilai $31 juta pada Senin, 14 November 2022. Perusahaan tersebut juga mencoba mentransfer Ethereum (ETH) senilai $1,7 juta dari empat wallet berbeda, tetapi transfer itu gagal karena wallet-wallet itu tidak memiliki dana cukup untuk membayar gas fee.

Aktivitas on-chain FTX juga mendapat sorotan dalam beberapa hari terakhir. Pada Jumat, 11 November 2022, kripto senilai $650 juta keluar dari wallet FTX, hanya beberapa jam setelah exchange tersebut menyatakan bangkrut.
Menurut penasihat umum FTX Ryne Miller, CEO FTX John Ray mengatakan, perusahaannya sedang dalam proses menghapus fungsi trading dan penarikan dan memindahkan sebanyak mungkin aset digital ke cold wallet baru. “Seperti yang dilaporkan, transaksi terkait aset tertentu telah terjadi,” ujarnya.
2/ Among other things, we are in the process of removing trading and withdrawal functionality and moving as many digital assets as can be identified to a new cold wallet custodian. As widely reported, unauthorized access to certain assets has occurred.
— Ryne Miller (@_Ryne_Miller) November 12, 2022
Bergantung pada FTX
Alameda Research didirikan pada 2017 oleh SBF dan Tara Mac Aulay. Dua tahun setelahnya, pada 2019, SBF kemudian mendirikan exchange kripto FTX.
Setelah mantan miliarder kripto itu melepas kekuasaannya di Alameda pada Juli 2021, Caroline Ellison dan Sam Trabucco didapuk menjadi co-CEO. Trabucco kemudian mengundurkan diri pada Agustus lalu.
Meskipun SBF bersikeras Alameda Research dan FTX adalah entitas terpisah, tetapi neraca keuangan Alameda yang bocor menunjukkan, perusahaan itu sangat bergantung pada aset pelanggan FTX.
Dalam neraca keuangan itu terlihat sebanyak $5 miliar dari total $14 miliar aset Alameda ternyata berbentuk token asli FTX, FTT. Tak hanya itu, mayoritas aset yang dimiliki Alameda juga berbentuk token yang sangat tidak likuid, salah satunya token Serum.


